Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 07:24 WIB
 

2 Tujuan Berbeda dalam Memakai Celak

Oleh : - | Minggu, 10 Juni 2018 | 09:00 WIB
2 Tujuan Berbeda dalam Memakai Celak
(Foto: Istimewa)

DIRIWAYATKAN oleh Imam Abu Dawud dengan sanad yang hasan 10/362, dari hadist Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

"Pakailah pakaian putih kalian, karena pakaian putih itu sebaik-baik pakaian kalian, serta kafanilah mayat-mayat kalian dengannya, dan sebaik-baik celak kalian adalah itsmid, menjernihkan penglihatan serta menumbuhkan bulu mata."

Itsmid adalah batu yang maruf yang berwarna hitam kemerah-merahan terdapat di negri Hijaz, dan jenis yang paling bagus adalah yang berasal dari negeri Ashbahan.

Dan disebutkan dalam shohih Muslim No.1218, dari hadist Jabir yang panjang (ketika haji wada) beliau berkata:

"Bahwasanya Ali tiba dari Yaman dengan mengendarai unta-unta Rasulullah, lalu Ali mendapati Fatimah termasuk orang-orang yang telah berihlal dari ihromnya, dan Fatimah memakai pakaian yang dicelup (yakni diwanteks), dan bercelak. Maka Ali mengingkari perbuatan Fatimah tersebut, kemudian Fatimah berkata: "Sesungguhnya ayahku lah yang memerintahkanku untuk melakukan hal ini."

Dan yang dimaksud dengan ayahnya adalah Nabir yang memerintahkannya untuk berihlal dari ihromnya.

Dan diriwayatkan Ibnu Saad dalam Ath-Thobaqhot [2/364] dengan sanad yang shohih bahwasanya Aisyah berkata kepada Abu Huroiroh: "Sesungguhnya engkau telah meriwayatkan dari Nabir hadist yang tidak aku dengar dari beliau."

Maka berkata Abu Hurairah: "Wahai bunda aku mencari hadist-hadist tersebut sementara engkau tersibukan dengan cermin dan celak, sedangkan aku tidak tersibukan dengan sesuatupun dari hadist-hadist tersebut."

Asy-Syaikh Al Utsaimin Rahimahulloh- ditanya tentang hukum memakai celak? Maka beliau menjawab :

Memakai celak itu ada dua macam :

Pertama: Memakai celak untuk menguatkan pandangan dan menjernihkan mata, serta membersihkan, dan mensucikannya, bukan dimaksudkan untuk kecantikan, maka hal ini tidak mengapa.

Bahkan hal tersebut termasuk perkara yang sepantasnya untuk dilakukan, karena Nabir memakai celak dikedua matanya, terlebih lagi jika bercelak dengan itsmid yang asli.

Kedua: Memakai celak dengan tujuan kecantikan dan berhias, maka inilah yang dituntut dari para wanita. Karena wanita dituntut agar berhias untuk suaminya. Adapun memakai celak bagi laki-laki maka hal ini perlu diperhatikan kembali, dan saya tawaquf (yakni masih bimbang dalam memutuskan pent-) dalam masalah ini.

Dan perlu dibedakan dalam masalah ini antara anak muda yang dikhawatirkan dengan bercelaknya akan menimbulkan fitnah maka hal ini dilarang, dengan orang tua yang tidak dikhawatirkan fitnahnya maka hal ini tidak dilarang.

Komentar

 
Embed Widget

x