Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 17:44 WIB
 

Selamat Tinggal Keluhan, Selamat Datang Bahagia

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Minggu, 10 Juni 2018 | 00:05 WIB
Selamat Tinggal Keluhan, Selamat Datang Bahagia
(Foto: Ilustrasi)

KEMARIN saya berkesempatan buka bersama di Kajati Jawa Timur. Acara ini sekaligus acara perkenalan Kepala Kajati Jatim yang baru, Bapak Dr. Sunarta, SH., M.H.. Beliau lahir di Jawa Barat, maka akhiran namanya adalah A. Andai lahir di Jawa Timur, maka akhiran nama beliau adalah O.

Gubernur Jatim, Bapak Dr. H. Sukarwo, SH, M.Hum, hadir memberikan sambutan dan ucapan selamat datang. Menurut gubernur yang akrab dipanggil Pak De ini, Jawa Timur adalah bagaikan jenggot, bukan bagai lumut. Lumut itu hijau dan lembut, namun membuat orang jatuh. Sementara jenggot adalah agak kasar tapi ngangeni (membuat kangen). Hadirinpun tertawa.

Saya diberiwaktu untuk pegang mik sambil menunggu buka puasa. Seperti biasanya, saya membahas beberapa buku yang relatif ringan namun mencerahkan dalam hubungannya dengan tema membumikan syukur dan menguburkan takabbur.

Tengah asyik bicara, seorang jamaah acung tangan menyatakan sudah adzan maghrib. Saya sampaikan bahwa itu adalah adzannya HP, bukan adzannya masjid. Adzan masih kurang 2 menit lagi. Nah, inilah resiko setelan jam yang berbeda di beberapa HP. Saya ceritakan kasus seorang pemuda yang ditangkap polisi gara-gara adzan maghrib 30 menit lebih cepat dari jadwal yang resmi. Ketika dinterogasi mengapa, pemuda itu menjawab: "Saya tak tahan haus pak polisi, ingin segera buka puasa, makanya saya adzan duluan." Polisinya ngakak, sayapun tertawa.

"Puasa yang sukses harus melahirkan pribadi bermental syukur, menikmati tetesan takdir dengan keyakinan bahwa segala ketetapan Allah adalah penuh hikmah." Demikian kesimpulan singkatnya. Selamat tinggal keluhan, selamat datang kebahagiaan. Salam, AIM. [*]

Komentar

 
Embed Widget

x