Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 17:41 WIB
 

Baik Sangka Pada Tiga Orang

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Kamis, 7 Juni 2018 | 01:11 WIB
Baik Sangka Pada Tiga Orang
(Foto: smstauhiid)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Baik, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang istiqomah dalam ketaatan kepada-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Satu riwayat dari Ibnu Abbas ra menerangkan bahwa suatu ketika Rasulullah Saw ditanya, "Wahai Rasulullah, manakah di antara kawan-kawan kami yang terbaik?" Lalu, Rasulullah Saw. menjawab, "Seseorang yang dengan melihatnya mengingatkan kalian kepada Allah; yang dengan perkataannya membuat bertambahnya amal-amal kalian; dan dengan melihat amal-amalnya mengingatkan kalian kepada akhirat." (HR. Abu Yala)

Saudaraku, milikilah keterampilan berbaik sangka kepada orang yang beriman. Dalam hadits di atas Rasulullah Saw mengisyaratkan tiga tipe manusia yang sebaiknya tidak diburuksangkai. Yaitu orang yang apabila kita melihatnya maka kita menjadi ingat kepada Allah. Kemudian orang yang apabila kita mendengar ucapannya maka membuat kita semakin termotivasi beramal sholeh. Dan yang terakhir adalah orang yang apabila kita melihat perbuatannya, maka kita semakin ingat pada akhirat sebagai tujuan hidup kita.

Kepada orang yang beriman, kita perlu berbaik sangka. Tidak usah segala ingin tahu, tidak usah mengorek-ngorek keburukannya. Mungkin ada yang terbersit di dalam hatinya, bagaimana kalau saya dibohongi. Kalau kita sedang berbaiksangka, tapi ternyata kita ditipu atau dibohongi oleh dia, maka Allah pasti akan bukakan kepada kita kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Tahu kalau kita berbaik sangka dengan niat mentaati-Nya, maka tidak perlu khawatir jika baik sangka kita akan mengakibatkan kita ditipu orang, karena Allah yang akan menjaga kita.

Ada pihak yang memiliki wewenang untuk menyelidiki orang lain, yaitu pemimpin. Pemimpin punya wewenang dalam hal ini karena kepentingannya menjadi bagian dari solusi. Yang tragis adalah ada orang mengorek-ngorek informasi tentang orang lain, padahal dia tidak punya kewenangan dan hasilnya memang tidak menjadi bagian dari solusi malah justru semakin menambah deretan masalah.

Saudaraku, semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang bijak dan terampil mengelola hati dalam urusan prasangka. Sehingga kita mendapat keselamatan karena keterampilan berbaik sangka. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

Komentar

 
Embed Widget

x