Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 16:07 WIB

Tips Memaksimalkan Pahala Ramadan (1)

Oleh : - | Selasa, 5 Juni 2018 | 06:00 WIB
Tips Memaksimalkan Pahala Ramadan (1)
(Foto: ilustrasi)

TAHUKAH Anda bahwa seorang hamba yang terlihat secara zhahir melakukan amalan yang sederhana, bisa mengalahkan pahala ibadah mereka yang tampak menggebu-gebu dan payah dalam ibadahnya? Inilah yang diisyaratkan oleh Abu Darda dalam ucapannya yang terkenal:

"Duhai betapa hebat tidur dan ifthor-nya orang-orang berilmu (mereka tidak sholat malam dan juga tidak puasa sunnah-pent), namun bagaimana mereka bisa mengalahkan (pahala) sholat malam dan puasanya orang-orang yang bodoh. Sungguh, seukuran biji dzarroh amalan orang yang bertakwa atas dasar ilmu, lebih agung, lebih utama, dan lebih kuat dibandingkan sebesar gunung ibadah dari orang-orang yang tertipu (karena kebodohan mereka tentang ilmu agama)." [Az-Zuhd: 1/113 no. 738, Imam Ahmad, Cet.-1 Darul al-Ilmiyyah, 1420].

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Untuk itudengan mengharapkan pertolongan Allahkami akan memaparkan beberapa kerangka acuan yang sepatutnya kita amalkan demi meraih semaksimal mungkin pahala di bulan suci ini sesuai kesanggupan yang ada pada diri kita masing-masing;

Pertama: Perkuat keikhlasan Anda. Karena semakin besar kekuatan ikhlas dalam beramal, semakin besar pula pahala amalan tersebut.

Allah Ta'ala berfirman (artinya): "dan Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki" [QS. Al-Baqarah: 261].

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa: "yang demikian itu bergantung pada (tingkat) keikhlasannya." [Tafsiir Ibnu Katsiir: 1/693, Cet.-2 Daar Thayyibah 1420-H].

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (artinya): "Barangsiapa berpuasa sehari fii sabiilillaah (di jalan Allah), maka Allah akan menjauhkan wajahnya (dan seluruh raganya) dari api neraka sejauh 70 tahun perjalanan." [HR. Bukhari & Muslim].

Para ulama menjelaskan bahwa termasuk dalam cakupan makna fii sabiilillaah dalam hadits di atas adalah; "ikhlas karena Allah semata".

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (artinya): "Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keyakinan (akan pahalanya) dan niat yang ikhlas dalam meraih ganjaran dari Allah, maka pasti dosa-dosanya yang telah lalu diampuni." [Shahih Bukhari: 38, Shahih Muslim: 760]

Termasuk dalam hal ini adalah adanya tekad dan niat yang besar untuk melaksanakan sunnah-sunnah Ramadhan kendati terhalang oleh udzur berupa kelemahan fisik dan harta. Seperti berangan-angan dan bertekad agar bisa melaksanakan umrah saat Ramadhan, atas dasar keyakinan akan janji Rasulullah dalam sabdanya kepada Ummu Sinaan al-Anshariy radhiallaahuanha (artinya):

"Jika telah tiba Ramadhan, maka umrah-lah. Karena sesungguhnya umrah di bulan tersebut sama pahalanya dengan menunaikan haji." [Shahih Muslim no. 1256, lihat juga Shahih Bukhari no. 1782]

Jika tekad dan niat tersebut terhalang oleh udzur, maka Insya Allah, terdapat pahala bagi niat yang shalih sesuai kadar kekuatan tekad dan harapan yang bersemayam di dalam hati. [Lihat Syarh Shahih Muslim: 13/57, Cet.-2 Daar Ihyaa at-Turaats al-Arabiy 1392-H.]

[baca lanjutan: Tips Memaksimalkan Pahala Ramadan (2)]

Komentar

Embed Widget

x