Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 07:14 WIB
 

5 Makna di Balik Ungkapan Puasa itu Untuk-Ku (2)

Oleh : - | Kamis, 31 Mei 2018 | 10:00 WIB
5 Makna di Balik Ungkapan Puasa itu Untuk-Ku (2)
(Foto: Ilustrasi)

APA gerangan hikmah lembut yang tersembunyi di balik ungkapan "Puasa adalah untuk-Ku"? Ada apa dengan puasa? Ada beberapa jawaban yang diungkapkan oleh para ulama. Setiap jawaban memiliki sisi hikmah dan kelembutannya sendiri. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Ketiga: Karena kelak di akhirat, pahala puasa tidak bisa diganggu gugat

Al-Imam Ibnul Utsaimn rahimahullah mengungkapkan:

"Sebagian ulama mengatakan bahwa makna penyandaran khusus ibadah puasa kepada Allah adalah; karena kelak di hari pembalasan, saat seseorang memiliki dosa kezaliman terhadap orang lain, maka pahala-pahala yang dimiliki orang tersebut akan diambil dan diberikan kepada orang yang pernah ia zalimi di dunia, kecuali pahala puasa, ia tidak diambil sedikitpun juga karena ia diperuntukkan bagi Allah azza wa jalla semata, bukan untuk manusia. Makna yang demikian adalah makna yang bagus " [lih. Syarh Riydh ash-Shlihn: 5/266-267]

Keempat: Sebagai ungkapan betapa agungnya pahala puasa

Ungkapan Allah "Puasa itu untuk-Ku, Aku sendiri yang akan memberikan ganjarannya" adalah ungkapan yang menggambarkan betapa besarnya pahala puasa yang akan diberikan Allah kepada orang-orang yang berpuasa. Pahala puasa sejatinya adalah pahala sabar yang tidak ada batasnya.

Bukankah Allah telah berfirman: "Sesungguhnya hanyalah orang-orang yang bersabar yang akan disempurnakan pahala untuk mereka tanpa batas." [QS. Az-Zumar: 10]

Puasa laksana kanvas yang terlukis di atasnya segenap gambaran tentang kesabaran yang agung. Dengan berpuasa, seorang hamba telah membuktikan kesabarannya untuk menahan diri dari kecondongan hawa nafsu pada hal-hal yang dihalalkan, terlebih-lebih lagi dari perkara yang diharamkan.

[baca lanjutan: 5 Makna di Balik Ungkapan "Puasa itu Untuk-Ku" (3)]

Komentar

 
Embed Widget

x