Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 18:10 WIB

Aku Mencintaimu Karena Allah

Senin, 28 Mei 2018 | 15:00 WIB

Berita Terkait

Aku Mencintaimu Karena Allah
(Foto: Ilustrasi)

ANAS bin Malik Radhiallahu Anhu bercerita:

Bahwa ada seorang laki-laki sedang bersama Nabi, lalu lewatlah seorang laki-laki di hadapannya. Maka, dia berkata: "Wahai Rasulullah, saya benar-benar mencintai orang itu."

Maka Nabi berkata kepadanya: "Apakah kamu sudah memberitahu dia?"

Dia menjawab: "Belum." Nabi bersabda: "Beritahu dia!" Lalu dia menghampiri laki-laki itu dan berkata: "Aku mencintaimu karena Allah."

Laki-laki itu menjawab: "Semoga Allah mencintaimu, lantaran cintamu kepadaku karenaNya." (HR. Abu Daud No. 5127, Ibnu Hibban No. 571, Ahmad No. 12430. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Syuaib Al Arnauth dan Syaikh Al Albani)

Cinta karena Allah yaitu cinta didasari oleh Islam, aqidah dan ukhuwah, bukan karena hartanya, sukunya, almamaternya, bisnisnya, kekayaannya, dan penampilannya.

Semua ini fana, maka cintanya pun akan fana. Sebaliknya, cinta karena Allah akan melanggengkan para pecinta sampai mereka di surga nanti, kekal dan abadi.

Abu Hurairah Radhiallahu berkata, bahwa Nabi bersabda:

Ada tujuh golongan manusia yang akan Allah berikan perlindungan pada hari tidak ada perlindungan kecuali perlindungan dariNya (maksudnya hari kiamat) : ........ (salah satunya adalah)

Dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul karenaNya dan berpisah pun karenaNya. (HR. Al Bukhari No. 660)

Abdullah bin Masud Radhiallahu Anhu bercerita, ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah:

Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang seseorang yang mencintai kaum padahal dia belum pernah berjumpa dengan kaum itu? Rasulullah menjawab: "Seseorang akan hidup bersama orang yang dicintainya." (HR. Al Bukhari No. 6169)

Imam Ibnu Baththal Rahimahullah menjelaskan:

Hadits ini menunjukkan bahwa manusia yang mencintai seorang hamba karena Allah, maka Allah akan mengumpulkan antara dia dan orang yang dicintainya itu di surgaNya, dia akan dimasukan ke dalamnya walau amal dia sedikit dibanding amal orang tersebut. Inilah maksud dari perkataannya (padahal dia belum pernah berjumpa dengan kaum itu) yakni dalam amal dan kedudukannya. (Syarh Shahih Al Bukhari, 9/333)

Maka, cintailah orang-orang yang benar lagi jujur, shalih, syuhada, ulama, dan paling utama adalah Rasulullah, keluarganya, dan para sahabat-sahabatnya. Walau kita masih jauh untuk seperti mereka, tapi mencintai mereka adalah bagian dari ketaatan atas perintah Allah dan RasulNya.

Allah Taala berfirman:

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS An-Nisa: 69)

Semoga Allah tumbuhkan rasa cinta kita kepada orang-orang shalih, betah bersama mereka, dan bisa mengikuti jejak keshalihan mereka. Amiin.

Wallahu Alam. [Ustadz Farid Nu'man Hasan/iman-islam]

Komentar

Embed Widget
x