Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 07:33 WIB

Haid tak Gugurkan Kewajiban Berzikir dan Berdoa

Minggu, 27 Mei 2018 | 07:00 WIB

Berita Terkait

Haid tak Gugurkan Kewajiban Berzikir dan Berdoa
(Foto: Ilustrasi)

KONDISI haid tidak menggugurkan kewajiban wanita untuk tetap berzikir maupun berdoa, karena tidak ada dalil yang menyebutkan larangannya. Berangkat dari minimnya ilmu terhadap jenis ketaatan, maka sibuk dengan perkara yang mubah dan lalai dari zikrullah juga sering menjadi tradisi wanita yang sedang haid. Padahal Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, "Zikir bagi hati laksana air bagi ikan, maka bagaimana nasib ikan bila dikeluarkan dari air?"

Kondisi hati yang tak disiram dengan zikir laksana ikan yang di luar air. Cepat atau lambat, ia akan mati. Lebih dari itu, Nabi telah mengumpamakan hati yang kosong dari zikir bagaikan orang yang mati, "Perumpamaan orang yang berzikir kepada Allah dengan yang tidak berzikir itu seperti orang yang hidup dan yang mati." (HR Al-Bukhari No. 5928)

Tak ada dalil sharih yang melarang wanita haid untuk berzikir, menyebut asma` Allah, memuji dan mengingat-Nya. Tak ada nash, baik Alquran maupun Al-Hadis, yang mengecualikan wanita haid untuk masuk ke dalam golongan ulil albab yang dikabarkan oleh Allah dalam firman-Nya,

"(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Wahai Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran: 191)

Syaikh Abdullah bin Jibrin ditanya sebagaimana tercantum dalam Fatawa al-Mar`ah yang disusun oleh al-Musnid hal. 25, "Apakah Allah azza wa jalla menerima doa dan istigfar wanita haid?"

Ya, diperbolehkan, bahkan dianjurkan, bagi wanita haid untuk memperbanyak doa, istigfar, zikir, dan merendahkan diri kepada Allah, apalagi di waktu-waktu yang mulia. Apabila terpenuhi sebab-sebab dikabulkannya doa, maka Allah menerima doa wanita yang sedang haid dan selainnya.

Intinya, kondisi haid tidak menggugurkan kewajiban wanita untuk tetap berzikir maupun berdoa, karena tidak ada dalil yang menyebutkan larangannya.

[Buku "Wirid Wanita Haid" karya Abu Umar Abdillah, hal. 4 s.d 6]

Komentar

Embed Widget
x