Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 01:31 WIB
 

Kenapa Oh Kenapa?

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Sabtu, 26 Mei 2018 | 00:08 WIB
Kenapa Oh Kenapa?
(Foto: ilustrasi)

KALAU yang menangis karena musibah yang bertubi itu seorang wanita, mungkin sebagian kita masih menganggapnya biasa. Namun jika yang menangis itu adalah seorang lelaki tegar dan tinggi besar maka kemungkinan besar di antara kita menganggap musibahnya sebagai musibah luar biasa dahsyat.

Lelaki yang mengirimkan message via WA kepada saya ini adalah bagian dari lelaki model narasi di atas itu. Baru kali ini saya mendengarnya menangis. Awalnya emoticon tangisan di WA itu saya anggap guyon. Ternyata saat menelpon, saya dengar isakan tangis yang cukup menyayat hati. Dia berkata: "Mengapa Allah memberikan musibah begitu keras kepada saya? Apa sebenarnya yang Allah mau. Kalau memang mau mematikanku, matikan saja tanpa siksaan begini."

Saya hanya diam mendengarkan. Sesekali saya menyela dengan kalimat standar para konsultan: o begitu, o iya, mmm dan sejenisnya. Saya sampaikan bahwa akan saya balas message-nya setelah khutbah.

Akhirnya saya jawab dengan jawaban pendek: "Perhatikan semua orang yang mencuci, semua cucian pasti diperas. Bukan marah pada cuciannya, melainkan agar cuciannya cepat kering saat dijemur."

Saudaraku dan sahabatku, kita adalah manusia yang pasti punya khilaf dan dosa. Bagaimana caranya kotoran diri ini hilang kalau tak dicuci? Jalani saja pemerasan diri kita dengan sabar. Pada saatnya, cucian akan kering, tak butuh lagi diperas dan dijemur. Salam, AIM. [*]

Komentar

 
Embed Widget

x