Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 01:08 WIB
 

Doa Allahumma Laka Shumtu dari Hadis Daif

Oleh : - | Senin, 28 Mei 2018 | 07:00 WIB
Doa Allahumma Laka Shumtu dari Hadis Daif
(Foto: Ilustrasi)

APAKAH shahih doa Allahumma laka shumtu? Perlu diketahui bersama bahwa ketika berbuka puasa adalah salah satu waktu terkabulnya doa. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Doa orang yang terdzolimi." (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya doa karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7/194)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika berbuka beliau membaca doa berikut ini, "Dzahabadh zhomau wabtallatil uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)" (HR. Abu Daud no. 2357. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Adapun doa berbuka yang tersebar di tengah-tengah kaum muslimin yaitu, "Allahumma laka shumtu wa ala rizqika afthortu (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka)"

Riwayat di atas dikeluarkan oleh Abu Daud dalam sunannya no. 2358, dari Muadz bin Zuhroh. Muadz adalah seorang tabiin. Sehingga hadits ini mursal (di atas tabiin terputus). Hadits mursal merupakan hadits dhoif karena sebab sanad yang terputus. Syaikh Al Albani pun berpendapat bahwasanya hadits ini dhoif. (Lihat Irwaul Gholil, 4/38)

Hadits semacam ini juga dikeluarkan oleh Ath Thobroni dari Anas bin Malik. Namun sanadnya terdapat perowi dhoif yaitu Daud bin Az Zibriqon, di adalah seorang perowi matruk (yang dituduh berdusta). Berarti dari riwayat ini juga dhoif. Syaikh Al Albani pun mengatakan riwayat ini dhoif. (Lihat Irwaul Gholil, 4/37-38)

Di antara ulama yang mendhoifkan hadits semacam ini adalah Ibnu Qoyyim Al Jauziyah. (Lihat Zaadul Maad, 2/45). Kesimpulannya, doa "Allahumma laka shumtu " berasal dari hadits hadits dhoif (lemah). Sehingga cukup doa shahih yang kami sebutkan di atas yang hendaknya jadi pegangan dalam amalan.

Semoga sajian singkat ini bermanfaat. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

 
Embed Widget

x