Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 17:42 WIB

Jimak setelah Makan Sahur, Kenapa Tidak?

Jumat, 25 Mei 2018 | 06:00 WIB

Berita Terkait

Jimak setelah Makan Sahur, Kenapa Tidak?
(Foto: Ilustrasi)

ALLAH membolehkan kaum muslimin untuk melakukan segala yang membatalkan puasa di malam hari sampai masuk subuh. Baik makan, minum, maupun hubungan badan.

Allah berfirman:

Makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu terbit fajar. (QS Al-Baqarah: 187)

Ayat ini menegaskan bahwa Allah memberikan izin untuk makan, minum, atau melakukan hubungan badan sampai kita benar-benar yakin, fajar telah terbit. Dan ini ditandai dengan masuknya waktu subuh.

An-Nawawi mengatakan,

"Apabila fajar terbit ada orang yang masih melakukan hubungan badan, jika dia lepas seketika maka puasanya sah. Jika tidak, puasanya batal." (Al-Majmu Syarh Muhadzab, 7/400).

Bagaimana dengan mandinya?

Mandi junub bisa ditunda setelah masuk subuh, karena bukan syarat sah puasa, harus suci hari hadats. Dan jika dia hendak shalat subuh, dia harus mandi terlebih dahulu.

Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Komentar

Embed Widget
x