Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 00:40 WIB
 

Salah Kaprah, Hal ini Tak Batalkan Puasa (4)

Oleh : - | Jumat, 18 Mei 2018 | 09:00 WIB
Salah Kaprah, Hal ini Tak Batalkan Puasa (4)
(Foto: Ilustrasi)

BEBERAPA hal yang dianggap masyarakat sebagai pembatal puasa yang layak dikritisi adalah menangis, berkumur, menelan ludah, membersihkan lubang telinga, keluar darah. InsyaaAllah pada kesempatan ini, akan kita bahas masing-masing,

Kelima, keluar darah

Barangkali yang menjadi pendekatan di sini adalah hukum bekam ketika puasa. Apakah bekam ketika puasa membatalkan puasa ataukah tidak? Berangkat dari kasus bekam, sebagian ulama memberikan hukum yang sama untuk semua tindakan yang mengeluarkan darah, seperti sayatan, operasi ringan, dst.

Sebagian ulama berpendapat bahwa bekam bisa membatalkan puasa. Berdasarkan hadis Syaddad dan Rafi bin Khadij, Abu Hurairah radhiyallahu anhum, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Orang yang membekam dan yang dibekam, puasanya batal." (HR. Abu Daud 2367, Turmudzi 774, Ibn Majah 1679, dan dishahihkan Al-Albani).

Diantara ulama yang mengambil pendapat ini adalah, Ibnul Mundzir, Ibnu Khuzaimah, Al-Auzai, Ad-Darimi, dan Ishaq bin Rahawih. Pendapat ini juga dipilih oleh Syaikhul Islam, dan Ibnul Qoyim. Sementara jumhur (mayoritas ulama), hanafiyah, Malikiyah, dan Syafiiyah, bekam tidak membatalkan puasa. Dan insyaaAllah, inilah pendapat yang lebih kuat, berdasarkan beberapa dalil dan riwayat, diantaranya,

1. Keterangan Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, "Nabi shallallahu alaihi wa sallam berbekam ketika beliau ihrom dan ketika berpuasa." (HR. Bukhari no. 1938)

2. Riwayat dari Tsabit Al-Bunani, beliau pernah bertanya kepada Anas bin Malik radhiyallahu anhu, "Apakah dulu kalian (para sahabat) tidak menyukai berbekam bagi orang yang berpuasa?" Anas mengatakan, "Tidak, kecuali jika bisa menyebabkan lemah." (HR. Bukhari no. 1940).

3. Keterangan Abu Said Al-Khudri radhiyallahu anhu, beliau mengatakan, "Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberi rukhsoh (keringanan) bagi orang yang berpuasa untuk mencium istrinya dan berbekam." (HR. Ibnu Khuzaimah 1976, Ad-Daruquthni 2268, dan sanadnya dinilai shahih oleh Al-Albani).

Keterangan Abu Said radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberi rukhshah, menunjukkan bahwa sebelumnya bekam dilarang untuk orang yang puasa. Karena namanya rukhshah, berarti ada larangan yang mendahuluinya. Sebagaimana keterangan Ibn Hazm dalam Al-Muhalla (4/337).

Karena itu, mengeluarkan darah dengan sengaja, sekalipun dalam jumlah banyak, tidak membatalkan puasa, kecuali jika dikhawatirkan menyebabkan badan lemas, hukumnya terlarang sebagaimana keterangan Anas bin Malik radhiyallahu anhu.

Sementara luka yang mengeluarkan darah, para ulama menegaskan bahwa itu tidak mempengaruhi keabsahan puasa seseorang sedikitpun. Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Komentar

 
Embed Widget

x