Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 12:02 WIB

Awas! Membiarkan Kemaksiatan tanpa Mau Melarangnya

Rabu, 16 Mei 2018 | 17:00 WIB

Berita Terkait

Awas! Membiarkan Kemaksiatan tanpa Mau Melarangnya
(Foto: Istimewa)

INILAH sikap kelompok lain dalam menyikapi amar maruf nahi mungkar. "Urusilah diri kalian sendiri, tidak usah campuri urusan orang lain. Mereka mau mengakui nabi baru, mau kasih sesajen, pakai jimat, melakukan tradisi selamatan kematian, mau lihat gambar porno; itu tidak apa-apa. Yang penting mereka tidak mengganggu kita dan tetap bisa rukun. Mengapa harus dilarang?!", ucap sebagian mereka.

Sikap seperti ini tidaklah tepat dan tidak bijak. Orang yang bijak adalah yang tetap melakukan amar maruf nahi mungkar, namun tentu saja dengan memperhatikan koridor syariat. Jika kita adalah penguasa atau orang yang punya kekuasaan, maka kita bisa merubah dengan tangan kita. Namun jika kita tidak termasuk yang pertama ini, maka kita masih tetap merubah dengan lisan. Jika tidak mampu lagi, maka tetap harus kita ingkari dengan hati kita. Ini semua tentu saja dilakukan dengan memperhatikan maslahat, didahului dengan ilmu, disikapi dengan lemah lembut dan disertai sikap sabar.

Mungkin ada yang salah paham dengan ayat berikut, "Hai orang-orang yang beriman urusilah diri kalian sendiri. Tidak akan membahayakan kalian orang yang sesat itu apabila kalian sudah berada di atas petunjuk." (QS. Al Maidah [5] : 105).

Maksud ayat ini adalah, "Apabila kalian telah melaksanakan kewajiban amar maruf nahi mungkar yang dituntut oleh agama ini berarti kalian telah menunaikan kewajiban yang telah dibebankan pada kalian. Setelah hal itu kalian kerjakan, maka tidak akan merugikan orang yang sesat itu selama kalian tetap mengikuti petunjuk" (Lihat Adwaul Bayan mengenai tafsiran ayat ini). Jadi bukan berarti kita meninggalkan amar maruf nahi mungkar sama sekali. Kalau kita sudah melakukan hal ini, namun tidak diindahkan, maka orang-orang yang sesat itu tidak akan membahayakan diri kita.

Mudah-mudahan orang yang berpemikiran keliru semacam ini diberi taufik oleh Allah Taala. Semoga mereka dilunakkan hatinya dengan nasehat Syaikhul Islam di mana beliau rahimahullah berkata,

"(Ketahuilah bahwa) meninggalkan kewajiban amar maruf nahi mungkar adalah suatu kemaksiatan. Jika kita membiarkan kemaksiatan tanpa mau melarangnya, maka ini berarti kita telah berpindah dari kemaksiatan yang satu ke kemaksiatan yang lainnya. Dan ini sama saja dengan berpindah dari agama (ajaran) yang bathil ke ajaran yang bathil lainnya." (Al Amru bil Maruf wan Nahyu anil Mungkar, hal. 18)

Semoga Allah memperbaiki keadaan kaum muslimin saat ini. Ya Allah dengan izin-Mu, tunjukilah kami kebenaran dari berbagai hal yang diperselisihkan. Sesungguhnya hanyalah Engkau-lah yang memberi hidayah ke jalan yang lurus bagi siapa yang Engkau kehendaki.

Yang sangat membutuhkan ampunan dan rahmat Rabbnya. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

Embed Widget
x