Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 07:00 WIB

Hubungan Intim di Saat Istri Hamil tidak Masalah

Rabu, 25 April 2018 | 14:00 WIB

Berita Terkait

Hubungan Intim di Saat Istri Hamil tidak Masalah
(Foto: Ilustrasi)

KEKHAWATIRAN sebagian orang untuk berhubungan dengan istrinya ketika hamil, bukan masalah baru. Sejak dulu orang sering mencemaskan. Dulu orang-orang Arab juga tidak berani melakukan hal itu karena khawatir akan menimbulkan mudarat terhadap anaknya.

Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan kebolehannya. Judamah binti Wahb Al- Asadiyyah menceritakan hadis berikut, bahwa Rasulullah pernah bersabda:

"Sesungguhnya aku hampir saja akan melarang ghilah (menyetubuhi istri yang sedang menyusui) sebelum aku ingat bahwa orang-orang Romawi dan Persia biasa melakukan hal tersebut dan ternyata tidak membahayakan anak-anak mereka."

Dalam sebuah hadis diriwayatkan: Seorang laki-laki datang lalu bertanya, "Ya Rasulullah, sesungguhnya aku berazal terhadap istriku."

Rasulullah bertanya, "Mengapa?" Laki-laki itu menjawab, "Aku kasihan terhadap anaknya."

Rasulullah bersabda, "Seandainya hal tersebut membahayakan, maka niscaya orang-orang Persia dan orang-orang Romawi tertimpa bahayanya." (Hadis ini dan hadis sebelumnya diriwayatkan oleh Imam Muslim).

Alangkah panjangnya penantian jika untuk melakukan jima harus menunggu istri melahirkan. Alangkah lamanya waktu, jika selama merawat kehamilan tak ada suami yang membelai. Padahal jima di saat ini dibolehkan. Suami-istri tidak terlarang untuk melakukan jima meskipun perut sudah membesar.

Masalah ini perlu diketahui agar tidak menimbulkan sikap yang tidak tepat hanya karena tidak memiliki pengetahuan. Suami-istri perlu memahami agar dapat mencapai yang terbaik di saat hamil. Semoga dengan demikian, istri tidak merasa tertekan ketika suami memintanya melayani di tempat tidur saat hamil tujuh bulan.

Demikian juga, semoga suami tetap bisa memberi kehangatan jima kepada istrinya yang sedang mengandung, terutama pada trimester kedua.

Sekali lagi, jima ketika istri mengandung bisa tetap dilakukan. Jima selama hamil dan menyusui tidak berbahaya. Seandainya jima di waktu ini membahayakan, bangsa Persia dan Romawi tentu sudah merasakan akibatnya.

[Kupinang dengan Hamdallah/Muhammad Fauzhiel Adhiem]

Komentar

Embed Widget
x