Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 16 November 2018 | 17:41 WIB

Luar Biasa, Tertembus Panah Salat tak Dibatalkan

Selasa, 17 April 2018 | 09:00 WIB

Berita Terkait

Luar Biasa, Tertembus Panah Salat tak Dibatalkan
(Foto: Ilustrasi)

ADA banyak sahabat Rasulullah SAW yang gagah berani. Salah satunya adalah sahabat Abbad bin Bisyir bin Waqasy. Ia pernah ditembus tiga anak panah berturut-turut saat salat. Semua tak membuat ia membatalkan salatnya.

Abbad, yang lazim dipanggil Ibnu Waqas Al Imam Abu Rabi Al Anshari, telah ikut berperang dalam perang Badar. Ia termasuk salah seorang pemimpin suku Aus dan hidup selama 45 tahun. Keistimewaan Ibnu Waqas, ia selalu diterangi tongkatnya yang bercahaya, setiap malam sepulang dari masjid dan rumah Rasulullah SAW.

Ada cerita menarik soal Ibnu Waqas. Dalam Perang Dzaturriqa, suatu malam ia kena giliran menjaga keamanan Rasulullah SAW bersama Ammar bin Yasir di lembah Syiib. Keduanya sepakat Ammar tidur lebih dulu. Sepeninggal Ammar yang langsung tidur, Ibnu Waqas mengambil wudlu dan melaksanakan salat.

Saat itulah seorang musuh datang menyelinap. Melihat Abbad Ibnu Waqas sedang salat, dipanahnya Abbad. Anak panah itu kena, menancap di tubuh Abbad. Namun itu tak membuatnya membatalkan salat. Dicabutnya anak panah dan segera ia melanjutkan salat.

Musuh pun penasaran. Dipanahnya kembali Ibnu Waqas, dan kembali kena. Kembali Abbad mencabut anak panah dan meneruskan salat. Ketiga kalinya, Abbad gagal mencabut panah. Ia langsung rukuk dan sujud. Baru setelah selesai salat, dibangunkannya Ammar bin Yasir. "Bangun, musuh datang," katanya. Penyusup itu pun tertangkap dan dipenggal.

Ammar yang kaget segera menegur Ibnu Waqas mengapa tidak membangunkannya sesegera mungkin.

"Aku sedang membaca salah satu surat dan aku tak mau memutuskan bacaanku. Baru setelah beberapa panah menembusku dan salatku usai, aku membangunkanmu. Demi Allah, kalau tidak karena tugas jaga yang diperintahkan Rasulullah, niscaya jiwaku sudah lepas dari raga sebelum aku memutuskan atau menyelesaikan bacaaanku," kata dia.

Ibnu Waqas gugur dalam perang Yamamah. Konon, malamnya ia bermimpi dan menceritakan mimpinya kepada seseorang dan diriwayatkan kembali oleh Abu Said al Khudri. "Aku bermimpi pintu langit terbuka untukkku," kata Ibnu Waqas. []

Komentar

Embed Widget
x