Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 14 Agustus 2018 | 16:11 WIB

Syair

Mengeluh dan Mengaduh

Oleh : - | Jumat, 13 April 2018 | 21:00 WIB
Mengeluh dan Mengaduh
(Foto: ilustrasi)

Kubangun rumah hidupku dari batu, bata, kayu, bambu, tanah air,
tumpah darah, merah putih, biru, kuning, hijau, semua warna. Ada
dana pemerintah, ada bantuan luar negri, juga barang tentu modal
pertama orangtua. Hidup ini kubangun sendiri, kubentuk coraknya.

Sekaligus majikan dan pembantu, istana dan gudang. Ada botol kosong
dan separuh penuh. Ada gelas jatuh, piring pecah, pena patah.Tak
terhitung kutu dan debu, pakaian, majalah, "an berserakan. Makanan
sembarangan. Suara, bunyi, dari tiap sudut, meledak, berteriak,

mengeluh, mengaduh atau nyanyi mendambakan waktu. Ada dipan
lusuh tempat kerja dan istirah. Buku yang tengah dan setengah kubaca
dan yang tak pernah terbuka halaman-halamannya. Tetap gelap, tak

tertangkap sebab jendela pikiran terbuka ke segala arah sedang lampu
menyala, membakar umur. Yang tidur tak bangun karena adzan dan
ayam berkokok. Bikin rumah harus pasang tiang iman yang pokok.

[Wing Kardjo]

Komentar

Embed Widget

x