Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 15:09 WIB
 

Kenali Titik Lemah Diri

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Rabu, 18 April 2018 | 01:11 WIB
Kenali Titik Lemah Diri
(Foto: Ilustrasi)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt., Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita pasti akan kembali. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman,"Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarroh (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS. Yunus [10] : 61)

Temasuk setiap kedipan mata kita, setiap perbuatan tangan kita, setiap langkah kaki kita, semuanya disaksikan oleh Allah Swt dan ada hitungannya. Termasuk setiap ucapan kita, tidak ada yang luput dari pengetahuan Allah sehalus apapun.

Dan, termasuk kesungguhan kita dalam menjauhi setiap peluang untuk maksiat, mujahadah kita untuk menjauhi dosa, pasti Allah mengetahuinya dan juga ada perhitungannya.

Penting bagi kita untuk mengetahui titik kelemahan kita, yaitu ketika kita rawan sekali untuk melakukan dosa bahkan cenderung tergoda untuk berbuat dosa. Inilah titik lemah kita. Latih diri kita untuk mengenali titik lemah diri, mengenali situasi yang kemungkinan besar menguasai kelemahan diri, dan bersegeralah menjauhinya sehingga titik lemah kita tidak menjadi sumber dosa bagi diri kita.

Maka, ada sebuah pepatah menyebutkan, "Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Robb-nya." Ada yang menyebutkan bahwa kalimat ini adalah hadits, namun setelah ditelusuri ternyata derajatnya maudlu, lemah, tidak ada rujukannya dari Rasulullah Saw. Pepatah ini memiliki makna yang baik, yaitu ketika kita menafakuri diri kita, kekuatan kita, kelemahan kita, maka tafakur kita akan sampai kepada Dzat Yang Maha Pencipta, Allah Swt.

Dengan mengenali titik lemah kita, kita akan semakin waspada menjauhi hal-hal yang bisa menimbulkan malapetaka bagi kita. Ketika kita menyadari bahwa jika dalam situasi tertentu kita akan cenderung bermaksiat kepada Allah, maka kita menjauhi situasi itu. Ikhtiar kita yang demikian pasti diketahui dan disaksikan oleh Allah Swt., dan akan menjadi amal sholeh bagi kita di hadapan-Nya. Insyaa Allah. [smstauhiid]

Komentar

 
Embed Widget

x