Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 25 April 2018 | 17:48 WIB
 

Al Muntaqim, Allah Yang Maha Mengancam

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Sabtu, 14 April 2018 | 01:11 WIB
Al Muntaqim, Allah Yang Maha Mengancam
(Foto: ilustrasi)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Membolak-balikan hati, senantiasa memberi kita hidayah sehingga kita menjadi hamba-hamba-Nya yang istiqomah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Salah satu asma Allah adalah Al Muntaqim, Allah Yang Maha Mengancam.

Saudaraku, sesungguhnya tiada yang lebih mencintai kita selain dari Pencipta kita, yaitu Allah Swt. Allah Yang Menciptakan kita, Allah Yang Mencukupi Rezeki kita, Allah Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Sehingga jika ada ancaman dari Allah, maka itu adalah ancaman sebagai tanda cinta-Nya kepada kita. Allah mengancam makhluk-Nya dengan adzab, adalah karena Allah mencintai kita dan ingin agar kita selamat dalam hidup.

Allah memberikan ancaman supaya kita selamat, bukan supaya kita celaka. Namun, jika kita akhirnya celaka, maka pasti itu adalah akibat pilihan kita sendiri, kita memilih untuk melanggar larangan Allah sehingga kita menzholimi diri kita sendiri.

Oleh karena itulah Rasulullah Saw. mencontohkan sebuah doa, "Katakanlah, Allahumma inni zholamtu nafsi zhulman katsira wa laa yaghfirudz dzunuba illa Anta faghfirli min indika maghfirotan innaka antal ghafurur rohim (Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menzholimi diri sendiri dan tidak ada yang mampu mengampuni dosa melainkan Engkau, maka berilah ampunan kepadaku dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau maha pengampun dan maha penyayang." (HR. Bukhori)

Allah menciptakan neraka sebagai sebuah ancaman supaya kita tidak masuk ke dalamnya. Allah pun menciptakan sarana untuk kita bisa menjauhi neraka, yaitu dengan berbagai bentuk ibadah yang mengandung banyak kebaikan untuk diri kita. Jika kita melakukan dosa, maka Allah pun menyediakan sarana untuk keselamatan kita yaitu taubat.

Bahkan, satu niat untuk berbuat baik akan dicatat sebagai kebaikan dan dilipatgandakan pahalanya meskipun itu baru sebatas niat. Sedangkan perbuatan dosa hanya akan dicatat sebagai satu keburukan itupun jika sudah dilakukan. Maasyaa Allah.

Semoga keyakinan kita kepada Allah semakin hari semakin kuat. Dan, langkah kita di jalan Allah semoga semakin istiqomah. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

Komentar

 
Embed Widget

x