Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 06:10 WIB

Bagaimana Hukum Membaca Zikir ketika Junub?

Rabu, 28 Maret 2018 | 08:00 WIB

Berita Terkait

Bagaimana Hukum Membaca Zikir ketika Junub?
(Foto: Ilustrasi)

PARA ulama empat madzhab sepakat bahwa haram bagi orang yang junub membaca Al-Quran. Dalil pendukungnya adalah hadits berikut dari Ali bin Abi Thalib,

"Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidaklah melarang dari membaca Al-Quran sedikit pun juga kecuali dalam keadaan junub." (HR. Ibnu Hibban, 3:79; Abu Yala dalam musnadnya, 1:400. Husain Salim Asad menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Abul Hasan Al-Mawardi menyatakan bahwa haramnya membaca Al-Quran bagi orang yang junub sudah masyhur di kalangan para sahabat Nabi, sampai hal ini tidak samar lagi bagi mereka baik di kalangan laki-laki maupun perempuan." (Al-Hawi Al-Kabir, 1:148)

Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan, "Menurut jumhur (mayoritas) ulama dari empat madzhab dan lainnya, orang junub dilarang membaca Al-Quran sebagaimana ada hadits yang mendukung hal ini." (Majmuah Al-Fatawa, 17:12)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Liqa Al-Bab Al-Maftuh menyatakan, "Wajib bagi yang junub untuk mandi sebelum membaca Al-Quran. Karena membaca Al-Quran bagi orang yang junub itu diharamkan menurut pendapat paling kuat. Tidak boleh membaca Al-Quran sedikit pun dengan niatan untuk qiraah (membaca) ketika dalam keadaan junub."

Sedangkan membaca dzikir bagaimana ketika junub?

Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah dalam Fath Al-Bari-nya berkata, "Ini adalah dalil bahwa dzikir tidaklah terhalang karena hadats dan junub. Namun dalil yang menyatakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selalu berdzikir (mengingat) Allah pada setiap waktunya bukanlah dalil bahwa membaca Al-Quran itu boleh bagi orang yang junub. Karena dzikir karena disebut secara mutlak bukanlah yang dimaksudkan itu Al-Quran."

Lalu bagaimana dengan orang yang junub sebelum tidur bolehkah membaca dzikir yang berisi ayat Al-Quran seperti ayat kursi, surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas? Syaikh Dr. Khalid Al-Mushlih hafizahullah, salah seorang murid senior Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menyatakan masih bolehnya hal ini karena niatannya untuk berdzikir (bukan tilawah Al-Quran).

Hanya Allah yang memberi taufik.

[Referensi: (1) Al-Mawsuah Al-Fiqhiyyah. (2) Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. (3) Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 218917 (4) Tafsir Az-Zahrawain Al-Baqarah wa Ali Imran. (5) Tanya Jawab Bersama Syaikh Dr. Khalid Al-Mushlih/ Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

Embed Widget
x