Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 16 November 2018 | 18:30 WIB

Bolehkah Berzikir dengan Biji Tasbih?

Kamis, 22 Maret 2018 | 18:00 WIB

Berita Terkait

Bolehkah Berzikir dengan Biji Tasbih?
(Foto: ilustrasi)

INI adalah dalil yang disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah dalam Riyadhus Sholihin mengenai bolehnya berdzikir dengan biji tasbih.

Dari Saad bin Abu Waqqash radhiyallahu anhu bahwa ia bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam masuk ke tempat seorang wanita dan di hadapannya ada beberapa biji atau beberapa kerikil yang digunakan untuk menghitung tasbihnya. Beliau pun bersabda, "Tidakkah engkau suka kalau aku beritahukan padamu tentang sesuatu yang lebih mudah untukmu daripada iniatau lebih utama?" Selanjutnya beliau bersabda, "Yaitu Mahasuci Allah sebanyak hitungan yang diciptakan oleh-Nya di langit. Mahasuci Allah sebanyak hitungan yang diciptakan oleh-Nya di bumi. Mahasuci Allah sebanyak hitungan yang ada di antara langit dan bumi. Mahasuci Allah sebanyak ciptaan-Nya Yang Dia ciptakan. Allah Mahabesar seperti itu, segala puji hanya bagi Allah seperti itu, tiada Ilah kecuali Allah seperti itu, dan tiada daya serta tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah seperti itu pula." (HR. Tirmidzi, ia menyatakan bahwa hadits ini hasan) [HR. Tirmidzi, no. 3568 dan Abu Daud, no. 1500. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly mengatakan bahwa hadits ini dhaif dalam Bahjah An-Nazhirin, 2:463]

Karena status terhadap hukum hadits yang berbeda, maka dihasilkan hukum yang berbeda pula. Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly menganggap bahwa berdzikir dengan menggunakan biji tasbih termasuk menyelisihi petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berdzikir dengan menghitungnya menggunakan jari-jemari tangan kanannya. Dari Yusairah seorang wanita Muhajirah, dia berkata,

"Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada kami, "Hendaknya kalian bertasbih (ucapkan subhanallah), bertahlil (ucapkan laa ilaha illallah), dan bertaqdis (menyucikan Allah), dan hitunglah dengan ujung jari-jemari kalian karena itu semua akan ditanya dan diajak bicara (pada hari kiamat), janganlah kalian lalai yang membuat kalian lupa dengan rahmat Allah." (HR. Tirmidzi, no. 3583 dan Abu Daud, no. 1501 dari hadits Hani bin Utsman dan dishahihkan oleh Imam Adz-Dzahabi. Sanad hadits ini dikatakan hasan oleh Al-Hafizh Abu Thahir)

Ulama lainnya mengungkapkan bahwa berdzikir dengan menggunakan biji tasbih masih dibolehkan, sama seperti dengan menggunakan biji atau kerikil dalam hadits ini. Karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri tidak mengingkarinya. Adapun petunjuk pada yang lebih afdal dengan menggunakan jari-jemari saat berdzikir tidaklah menunjukkan terlarangnya berdzikir dengan menggunakan biji tasbih. Lihat Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 17:206.

[baca lanjutan: Hukum Biji Tasbih Menurut Ibnu Taimiyyah]

Komentar

Embed Widget
x