Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 April 2018 | 00:31 WIB
 

Penjagaan Allah pada Keturunan dan Keluarga

Oleh : - | Rabu, 21 Maret 2018 | 15:00 WIB
Penjagaan Allah pada Keturunan dan Keluarga
(Foto: ilustrasi)

ADA cerita mengenai Al-Qadhi Abu Syuja (Ahmad bin Al Husain bin Ahmad Asy-Syafii rahimahullah) yang menulis kitab Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib. Perlu diketahui bahwa beliau adalah di antara ulama yang mati pada usia sangat tua. Umur beliau ketika meninggal dunia adalah 160 tahun (433-596 Hijriyah). Beliau terkenal sangat dermawan dan zuhud. Beliau sudah diberi jabatan sebagai qadhi pada usia belia yaitu 14 tahun.

Keadaan beliau di usia senja (di atas 100 tahun), masih dalam keadaan sehat wal afiat. Begitu pula ketika usia senja semacam itu, beliau masih diberikan kecerdasan. Tahukah Anda apa rahasianya? Beliau tidak mempunyai tips khusus untuk rutin olahraga atau yang lainnya. Namun perhatikan apa tips beliau, "Aku selalu menjaga anggota badanku ini dari bermaksiat pada Allah di waktu mudaku, maka Allah pun menjaga anggota badanku ini di waktu tuaku."

Kemudian penjagaan pada keturunan dan keluarga di antaranya kita dapat melihat pada kisah dua anak yatim yang mendapat penjagaan Allah karena ayahnya adalah orang yang sholih. Allah Taala berfirman, "Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shalih." (QS. Al-Kahfi: 82).

Umar bin Abdil Aziz pernah mengatakan, "Barangsiapa seorang mukmin itu mati (artinya: ia selalu menjaga hak Allah, pen), maka Allah akan senantiasa menjaga keturunan-keturunannya."

Said bin Al-Musayyib rahimahullah mengatakan pada anaknya, "Wahai anakku, aku selalu memperbanyak shalatku dengan tujuan supaya Allah selalu menjagamu." Lihat Jaami Al-Ulum wa Al-Hikam, 1:467.

Jika seseorang berbuat maksiat, maka ia juga dapat melihat tingkah laku yang aneh pada keluarganya bahkan pada hewan tunggangannya. Sebagaimana sebagian salaf mengatakan, "Jika aku bermaksiat pada Allah, maka pasti aku akan menemui tingkah laku yang aneh pada budakku bahkan juga pada hewan tungganganku."

[baca lanjutan: Penjagaan Allah pada Agama dan Keimanan]

Komentar

 
Embed Widget

x