Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 02:50 WIB
 

Rasul Terhindar dari Musik Sejak Kecil

Oleh : - | Rabu, 21 Maret 2018 | 09:00 WIB
Rasul Terhindar dari Musik Sejak Kecil
(Foto: ilustrasi)

KEHIDUPAN Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebelum masa kenabian adalah mulia dan gemilang. Beliau semenjak masa kecil hidup dalam akidah yang benar, tidak terpengaruh dengan akidah dan moral jahiliyah, walaupun dikelilingi oleh agama dan budaya. Berikut di antara beberapa bukti penjagaan Allah sebelum beliau diangkat menjadi seorang Nabi.

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, ia berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Aku tidak pernah berniat melakukan sesuatu pada zaman jahiliyah dari keinginan untuk mendengarkan hiburan nyanyian kecuali pada dua malam saja yang kedua-duanya Allah menjagaku dari menyaksikannya. Suatu malam, aku berkata kepada temanku sesama penggembala kambing, Tolong jaga kambing-kambingku, aku ingin masuk ke Kota Makkah untuk menyaksikan hiburan seperti yang disaksikan oleh anak-anak muda lainnya.

Kawanku itu berkata, Silakan. Maka aku masuk kota Makkah, hingga ketika aku sampai di rumah pertama dari rumah-rumah yang ada di Makkah, aku mendengar suara azfanyaitu suara nyanyian dan musik. Aku lantas bertanya, Ada acara apa ini? Maka ada yang mengatakan kepadaku saat itu, Ada acara nikah si fulan dengan fulanah. Akhirnya aku duduk, maka Allah pun menutup pendengaranku dan membuatku tertidur, kemudian aku baru terbangun ketika mentari pagi bersinar dan mengenaiku. Kemudian aku kembali kepada kawanku. Dia bertanya kepadaku, Apa yang engkau saksikan semalam? Aku jawab, Aku tidak melakukan apa-apa. Kemudian aku ceritakan kejadian semalam.

Pada malam berikutnya, aku berkata lagi kepadanya, Tolong jaga kambingku, aku akan menyaksikan hiburan nyanyian di kota Makkah. Setelah aku tiba di Makkah, aku mendengar seperti apa yang kudengar pada malam sebelumnya, lalu aku bertanya seperti sebelumnya. Lalu ada yang menjawab, Ada pernikahan lagi si fulan dengan fulanah. Akhirnya aku duduk melihat dan Allah pun menutup pendengaranku. Demi Allah, aku tidak terbangun dari tidur kecuali setelah mentari pagi bersinar dan menyengat badanku. Kemudian aku kembali kepada kawanku, dia bertanya lagi, Apa yang telah engkau saksikan semalam? Aku jawab, Aku tidak melakukan apa-apa. Kemudian aku ceritakan kejadian sebenarnya yang terjadi semalam. Demi Allah, setelah itu aku tidak pernah lagi menyaksikan pertunjukkan (nyanyian seperti itu) dan aku tidak pernah lagi mengulanginya hingga Allah memuliakanku dengan kenabian." (HR. Al-Baihaqi dalam Dalail An-Nubuwwah, 2:33-34 dan Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah, 3:446-447)

[baca lanjutan: Rasul telah Wukuf di Arafah sebelum Masa Kenabian]

Komentar

Embed Widget

x