Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 06:24 WIB

Pengaruh Maksiat pada Terkabulnya Doa

Rabu, 14 Maret 2018 | 11:00 WIB

Berita Terkait

Pengaruh Maksiat pada Terkabulnya Doa
(Foto: ilustrasi)

GEMAR melakukan ketaatan secara umum, sebenarnya adalah jalan mudah terkabulnya doa. Sehingga tidak terbatas pada mengonsumsi makanan yang halal, namun segala ketaatan akan memudahkan terkabulnya doa. Sebaliknya kemaksiatan menjadi sebab penghalang terkabulnya doa.

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, "Melakukan ketaatan memudahkan terkabulnya doa. Oleh karenanya pada kisah tiga orang yang masuk dan tertutup dalam suatu goa, batu besar yang menutupi mereka menjadi terbuka karena sebab amalan yang mereka sebut. Di mana mereka melakukan amalan tersebut ikhlas karena Allah Taala. Mereka berdoa pada Allah dengan menyebut amalan sholeh tersebut sehingga doa mereka pun terkabul."

Wahb bin Munabbih berkata, "Amalan sholeh akan memudahkan tersampainya (terkabulnya) doa. Lalu beliau membaca firman Allah Taala, "Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya." (QS. Fathir: 10)

Dari Umar, ia berkata, "Dengan sikap waro (hati-hati) terhadap larangan Allah, Dia akan mudah mengabulkan doa dan memperkanankan tasbih (dzikir subhanallah)."

Sebagian salaf berkata, "Janganlah engkau memperlambat terkabulnya doa dengan engkau menempuh jalan maksiat." (Dinukil dari Jaamiul Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, 1: 275-276)

[baca lanjutan: Rezeki Halal Mewariskan Amalan Saleh]

Komentar

Embed Widget
x