Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 02:31 WIB

Surat Sang Presiden kepada Sang Gubernur

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Rabu, 14 Maret 2018 | 03:31 WIB

Berita Terkait

Surat Sang Presiden kepada Sang Gubernur
(Foto: ilustrasi)

ZAMAN dulu, zaman para sahabat Nabi, tak ada pesawat telpon, apalagi handphone yang menyediakan layanan media sosial yang dikenal dengan telepon pintar atau smartphone. Meski demikian, perintah dan pantauan atasan kepada bawahan di lembaga keperintahan terus berjalan dengan gayanya yang klasik. Menulis dan mengirimkan surat adalah salah satu caranya.

Tulisan ini akan berkisah potongan kecil dari sejarah kepemimpinan Umar bin Khattab saat menjabat sebagai khalifah, presiden. Beliau pernah berkirim surat kepada Amr bin 'Ash, salah seorang gubernurnya. Suratnya singkat namun sungguh mengalahkan pidato panjang, apalagi yang tak jelas subyek predikatnya.

Inilah isi surat beliau: "Ku dengar kabar bahwa engkau duduk bersandar di sebuah majelis hukum. Duduklah dengan tawadlu', rendah diri, tidak sombong. Kalau tidak, maka aku akan memecatmu."

Pejabat yang baik adalah pejabat yang ramah kepada semua rakyatnya. Wakil rakyat dan pemimpin rakyat yang bagus adalah yang mengayomi rakyat, bukan yang memanfaatkan rakyat. Petinggi yang hebat adalah yang tak meninggikan diri sendiri sembari memandang rendah masyarakat.

Andai semua pemangku jabatan dari presiden sampai RT memiliki karakter seperti yang dimaui Umar bin Khattab, maka tersenyum bahagialah rakyat, aman sejahteralah masyarakat. Sulitkah untuk menjadi tawadlu' atau rendah hati? Ke depan, pilihlah pemimpin yang beriman dan tak sombong. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x