Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 05:34 WIB

Hukum Tidur Terlentang dalam Islam, Bolehkah?

Oleh : - | Sabtu, 10 Maret 2018 | 13:00 WIB
Hukum Tidur Terlentang dalam Islam, Bolehkah?
(Foto: Ilustrasi)

APA hukum tidur terlentang? Apakah dibolehkan?

Dari Abbad bin Tamim, dari pamannya bahwa ia pernah melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidur terlentang di masjid dalam keadaan meletakkan satu kaki di atas lainnya. (HR. Bukhari no. 475 dan Muslim no. 2100).

Imam Nawawi rahimahullah ketika membawakan hadits di atas dalam kitab Riyadhus Sholihin, beliau menyatakan dalam judul bab bahwa boleh tidur dalam keadaan terlentang. Demikian pula beliau nyatakan bolehnya dalam Al Majmu, 4: 472.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menerangkan, "Yang lebih afdhol adalah tidur pada sisi kanan. Sedangkan tidur tengkurap adalah tidur yang tidak pantas kecuali dalam keadaan butuh. Sedangkan tidur dalam keadaan terlentang adalah tidak mengapa selama menjaga aurat tidak terbuka. Namun jika khawatir akan tersingkapnya aurat yaitu ketika mengangkat kedua kaki dan tidak memakai celana di bagian dalam jubah misalnya, maka itu tidaklah pantas. Namun kalau aman, maka tidaklah mengapa." (Syarh Riyadhus Sholihin, 4: 346).

Imam Nawawi rahimahullah menerangkan dalam Syarh Shahih Muslim mengenai hadits yang kita bawakan di atas bahwa para ulama berpandangan mengenai larangan hadits tidur terlentang dengan mengangkat kaki dimaksud untuk tidur yang sampai menyingkap aurat atau sebagian aurat. Adapun perbuatan Nabi shallallahu alaihi wa sallam di atas tidak membuka aurat sama sekali. Seperti itu tidaklah masalah dan tidak pula dikatakan makruh.

Semoga bermanfaat bagi pembaca. Moga keadaan tidur kita pun penuh berkah. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

x