Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 10:50 WIB

Puncak Kebahagiaan

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Rabu, 14 Maret 2018 | 01:11 WIB

Berita Terkait

Puncak Kebahagiaan
(Foto: ilustrasi)

ALHAMDULILLAH. Puji dan syukur hanya milik Allah Swt. Dialah Dzat Yang Maha Menciptakan langit, bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman, "Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu." (QS. Al Buruj [85] : 9)

Dalam ayat-Nya yang lain Allah Swt berfirman, "..Dan cukuplah Allah menjadi saksi." (QS. An Nisaa [4] : 79)

Masih banyak ayat-ayat Al Quran yang menerangkan bahwa sesungguhnya Allah Maha Melihat dan Maha Menyaksikan. Tidak ada yang luput dari penglihatan Allah Swt., baik yang kecil, yang besar, yang tersembunyi, yang terang benderang, yang jelas, yang rahasia. Allah Swt. menyaksikan seluruhnya tak ada yang luput walau sekecil apapun.

Terang dan gelap sama saja bagi Allah. Jauh dan dekat tidak ada bedanya bagi Allah. Jadi jika ada orang melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi, sebetulnya ia hanya sembunyi-sembunyi dari makhluk.

Allah Swt berfirman, "Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui segala isi hati." (QS. Al Mulk [67] : 13)

Oleh karena itu, puncak kebahagiaan adalah puasnya hati hanya dengan pangawasan dan penglihatan Allah Swt. Sebaliknya, penderitaan terbesar itu adalah sibuknya hati dengan penglihatan dan penilaian makhluk.

Orang yang yakin Allah Maha Melihat, maka ia tidak akan sibuk dengan pencitraan di hadapan makhluk. Orang yang sibuk dengan pandangan manusia, maka ia hanya akan fokus memperhatikan topeng, cangkang, dan lupa pada isi. Sedangkan hal ini sangat melelahkan, sumber kecemasan. Karena penilaian manusia itu semu dan tidak ada ujungnya.

Maka, beruntunglah orang yang sibuk hanya dengan penilaian Allah Swt. Indah dalam pandangan Allah akan indah pula dalam pandangan makhluk. Sedangkan indah dalam pandangan makhluk, belum tentu Allah ridho. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang sibuk dengan penilaian dan pandangan-Nya. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

Komentar

Embed Widget
x