Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 28 Mei 2018 | 00:49 WIB
 

Makmum Tak Kunut tapi Imam Lakukan Kunut?

Oleh : - | Rabu, 7 Maret 2018 | 07:00 WIB
Makmum Tak Kunut tapi Imam Lakukan Kunut?
(Foto: Ilustrasi)

DALAM lanjutan perkataannya, Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan:

"Oleh karena itu, seandainya imam membaca qunut shubuh, maka makmum hendaklah mengikuti imam dalam qunut tersebut. Lalu makmum hendaknya mengamininya sebagaimana Imam Ahmad rahimahullah memiliki perkataan dalam masalah ini. Hal ini dilakukan untuk menyatukan kaum muslimin.

Adapun jika timbul permusuhan dan kebencian dalam perselisihan semacam ini padahal di sini masih ada ruang berijtihad bagi umat Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, maka ini selayaknya tidaklah terjadi. Bahkan wajib bagi kaum muslimin khususnya para penuntut ilmu syari- untuk berlapang dada dalam masalah yang masih boleh ada perselisihan antara satu dan lainnya."

Dalam penjelasan lainnya, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin mengatakan, "Yang lebih tepat makmum hendaknya mengaminkan doa (qunut) imam. Makmum mengangkat tangan mengikuti imam karena ditakutkan akan terjadi perselisihan antara satu dan lainnya. Imam Ahmad memiliki pendapat bahwa apabila seseorang bermakmum di belakang imam yang membaca qunut shubuh, maka hendaklah dia mengikuti dan mengamini doanya.

Padahal Imam Ahmad berpendapat tidak disyariatkannya qunut shubuh sebagaimana yang sudah diketahui dari pendapat beliau. Akan tetapi, Imam Ahmad rahimahullah memberikan keringanan dalam hal ini yaitu mengamini dan mengangkat tangan ketika imam melakukan qunut shubuh. Hal ini dilakukan karena khawatir terjadinya perselisihan yang dapat menyebabkan renggangnya hati (antar sesama muslim)."

Hanya Allah yang memberi taufik. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

 
Embed Widget

x