Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 14:48 WIB

Hukum Menggunakan Sayyidina dalam Selawat

Jumat, 9 Maret 2018 | 06:00 WIB

Berita Terkait

Hukum Menggunakan Sayyidina dalam Selawat
(Foto: Ilustrasi)

BOLEHKAH kita mengatakan dalam sanjungan kita kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam : Sayyidina Muhammad dalam shalawat yang matsur sebagaimana shalawat Ibrahimiyyah atau selainnya?

Shalawat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam tasyahud, sepengetahuan kami tidak terdapat kalimat sayyidina yaitu Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad . Begitu juga pada doa sesudah adzan dan iqomah tidak terdapat pula kalimat sayyidina.

Alasannya karena tidak ada dalil shohih (yang bisa diterima, pen) yang menyebutkan bahwa Nabi mengajarkan para sahabatnya mengenai tata cara shalawat kepada beliau atau pun adzan dan iqomah. Dan juga hal ini dikarenakan ibadah adalah tauqifiyyah (harus ada dalil untuk dilaksanakan, pen). Tidak boleh seseorang menambah ajaran yang bukan syariat Allah Subhanahu wa Taala.

Adapun menggunakan lafadz sayyidina selain tempat-tempat tadi (selain tasyahud dan doa sesudah adzan) maka tidaklah mengapa. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam: "Aku adalah sayyid anak Adam pada hari kiamat maka janganlah berbangga diri." (HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah).

[Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

Embed Widget
x