Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Juni 2018 | 13:18 WIB
 

Keutamaan yang Diberikan pada yang Dikehendaki-Nya

Oleh : - | Senin, 5 Maret 2018 | 18:00 WIB
Keutamaan yang Diberikan pada yang Dikehendaki-Nya
(Foto: Istimewa)

BERIMAN dan beramal sholih, itu adalah karunia dan anugerah dari Allah Taala. Sebagaimana hal ini dapat kita lihat dalam hadits berikut.

Dari Abu Hurairah -dan ini adalah hadis Qutaibah- bahwa orang-orang fakir Muhajirin menemui Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sambil berkata, "Orang-orang kaya telah memborong derajat-derajat ketinggian dan kenikmatan yang abadi." Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertanya, "Maksud kalian?" Mereka menjawab, "Orang-orang kaya shalat sebagaimana kami shalat, dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, namun mereka bersedekah dan kami tidak bisa melakukannya, mereka bisa membebaskan tawanan dan kami tidak bisa melakukannya."

Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Maukah aku ajarkan kepada kalian sesuatu yang karenanya kalian bisa menyusul orang-orang yang mendahului kebaikan kalian, dan kalian bisa mendahului kebaikan orang-orang sesudah kalian, dan tak seorang pun lebih utama daripada kalian selain yang berbuat seperti yang kalian lakukan?" Mereka menjawab, "Baiklah wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Kalian bertasbih, bertakbir, dan bertahmid setiap habis shalat sebanyak tiga puluh tiga kali." Abu shalih berkata, "Tidak lama kemudian para fuqara Muhajirin kembali ke Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan berkata, "Ternyata teman-teman kami yang banyak harta telah mendengar yang kami kerjakan, lalu mereka mengerjakan seperti itu!" Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Itu adalah keutamaan Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya!"

Muhammad bin Ali Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, "Seorang hamba dilebihkan dari yang lainnya sesuai dengan kehendak Allah. Tidak ada yang mungkin dapat menghalangi pemberian Allah dan tidak mungkin ada yang dapat memberi apa yang Allah halangi. Ketahuilah bahwa kebaikan seluruhnya berada di tangan-Nya. Allahlah yang benar-benar Maha Mulia, Maha Pemberi dan tidak kikir."

Begitu nikmat-Nya semakin merenungkan kalam ilahi. Ya Allah, berilah taufik pada kami untuk semakin dekat pada-Mu. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

 
Embed Widget

x