Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Juni 2018 | 13:23 WIB
 

Salaman dan Usap Wajah Usai Salat, Mengapa tidak?

Oleh : - | Senin, 5 Maret 2018 | 05:00 WIB
Salaman dan Usap Wajah Usai Salat, Mengapa tidak?
(Foto: Ilustrasi)

SETIAP hari kita menyaksikan setiap selesai salam dalam salat berjemaah, banyak umat Islam yang mengusap wajah dan bersalaman satu sama lain. Hal ini menjadi polemik di kalangan umat Islam, adakah dalilnya?

Ada yang berpandangan bersalaman setelah salat berjemaah, adalah sesuatu yang dianjurkan dalam Islam karena bisa menambah eratnya persaudaraan sesama kaum muslimin. Aktivitas ini sama sekali tidak merusak salat seseorang karena dilakukan setelah prosesi salat selesai dengan sempurna.

Ada yang menyebutkan hal itu sunah, tetapi ada juga yang mengatakan bid'ah. Jadi tergantung dari golongan apa yang membid'ahkannya dan mensunahkannya.

Hadis-hadis yang membolehkan salaman usai salat;

1. Diriwayatkan dari al-Barra dari Azib r.a., Rasulallah s.a.w. bersabda, "Tidaklah ada dua orang Muslim yang saling bertemu kemudian saling bersalaman kecuali dosa-dosa keduanya diampuni oleh Allah sebelum berpisah." (H.R. Abu Dawud)

2. Diriwayatkan dari sahabat Yazid bin Aswad bahwa ia salat subuh bersama Rasulallah Salallahu alaihi wasalam. Setelah salat, para jemaah berebut untuk menyalami Nabi, lalu mereka mengusapkan ke wajahnya masing-masing, dan begitu juga saya menyalami tangan Nabi lalu saya usapkan ke wajah saya. (H.R. Bukhari, hadis ke 3360).

Sedangkan mengusap wajah usai salat, jawabannya sama dengan di atas. Yakni selama tidak mengganggu salat anda ya tidak masalah. Sebab dalam salat terkandung doa-doa kepada Allah SWT. Sehingga orang yang mengerjakan salat berarti juga sedang berdoa. Maka wajar jika setelah salat ia juga disunahkan untuk mengusap muka.

Dalam riwayat Imam Nawawi disebutkan, dan kami juga meriwayatkan hadis dalam kitab Ibnus Sunni dari Sahabat Anas bahwa Rasulullah SAW apabila selesai melaksanakan salat, beliau mengusap wajahnya dengan tangan kanannya. Lalu berdoa: "Saya bersaksi tiada Tuhan kecuali Dia Dzat Yang maha Pengasih dan penyayang. Ya Allah Hilangkan dariku kebingungan dan kesusahan." (Ianatut Thalibin, juz I, hal 184-185)

Hal itu menjadi bukti bahwa mengusap muka usai salat dianjurkan dalam Islam. Sebab Rasulullah SAW juga mengusap wajah beliau usai melaksanakan salat. Wallahu'alam.[]

Komentar

 
Embed Widget

x