Find and Follow Us

Selasa, 22 Oktober 2019 | 11:15 WIB

Bedanya Aba Fulan, Abu Fulan dan Abi Fulan

Kamis, 1 Maret 2018 | 12:00 WIB
Bedanya Aba Fulan, Abu Fulan dan Abi Fulan
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ABU Alqamah, seorang ahli nawhu menemui seorang dokter, lalu dia berkata, "Saya telah makan daging jawazi. Saya makan terlampau kenyang. Lalu saya merasa sakit antara ujung tulang paha sampai ke leher. Dan penyakit tersebut semakin bertambah dan berkembang sehingga bercampur ke ujung-ujung tulang iga. Apakah Anda mempunyai obatnya?"

Dokter menjawab, "Iya. Ambillah Khaunaq, sarbaq, dan raqraq. Lalu cucilah dan minum dengan air." Abu Alqamah berkata, "Saya tidak paham apa yang Anda katakan." Dokter pun menimpali, "Saya juga tidak paham apa yang tadi Anda katakan."

Abu Alqamah, seorang ahli nahwu dikunjungi oleh keponakannya, lalu beliau bertanya kepada keponakannya tersebut, "Apa yang terjadi pada ayahmu?" Dia menjawab, "Meninggal dunia." Abu Alqamah melanjutkan, "Dia sakit apa?" "Warimat qadamihi (Kedua kakinya membengkak)." Jawabnya. Abu Alqamah menimpali, "Semestinya kamu katakan qadamuhu." Dia melanjutkan, "Fartafalal waramu ila rukhbatahu (Bengkak tersebut menjalan naik sampai ke lutut)." Alqamah menimpali, "Semestinya kamu katakan rukbataihi." Keponakannya berkata, "Biarlah paman, kematian ayahku ini lebih berarti daripada mengurusi nahwumu ini."

Seorang laki-laki berkata kepada lelaki lain, "Saya paham tentang nahwu, hanya saja saya tidak mengetahui redaksi yang diungkapkan oleh banyak orang ini yaitu Abu Fulan, Aba Fulan, Abi Fulan." Lelaki satunya menjawab, "Aba Fulan itu untuk orang yang pangkatnya tinggi, Abu Fulan untuk orang menengah, sedangkan Abi Fulan untuk orang yang rendahan."

Seorang ahli nahwu berhenti pada penjual semangka, lalu dia berkata, "Berapa harganya itu dan ini sendiri-sendiri?" Penjual semangka melihat ke kanan dan ke kiri, kemudian berkata, "Maaf, saya tidak punya sesuatu untuk membelahnya."

Komentar

Embed Widget
x