Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 08:00 WIB

Menyentuh Kemaluan, Batalkah Wudu?

Rabu, 21 Februari 2018 | 14:00 WIB

Berita Terkait

Menyentuh Kemaluan, Batalkah Wudu?
(Foto: Istimewa)

PENDAPAT pertama menyebutkan bahwa menyentuh kemaluan membatalkan wudhu. Pendapat ini adalah pendapat madzhab Imam Malik, Imam Asy Syafiipendapat beliau yang masyhur, Imam Ahmad, Ibnu Hazm dan diriwayatkan pula dari banyak sahabat.

Di antara dalil dari pendapat ini adalah hadits dari Busrah binti Shafwan, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya, hendaklah ia berwudhu." (HR. Tirmidzi, no. 82; Ibnu Majah, no. 479; Abu Daud, no. 181. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Pendapat kedua menyebutkan bahwa menyentuh kemaluan tidak membatalkan wudhu sama sekali. Di antara dalil dari pendapat ini adalah hadits dari Thalq bin Ali di mana ada seseorang yang mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lalu bertanya,

"Aku pernah menyentuh kemaluanku atau seseorang ada pula yang menyentuh kemaluannya ketika shalat, apakah ia diharuskan untuk wudhu?" Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, "Kemaluanmu itu adalah bagian darimu." (HR. Ahmad, 4:23. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa ada seseorang yang mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lantas ia bertanya, "Wahai Rasulullah, apa pendapatmu mengenai seseorang yang menyentuh kemaluannya ketika shalat?" Beliau bersabda, "Bukankah kemaluan tersebut hanya sekerat daging darimu atau bagian daging darimu?" (HR. An Nasai, no. 165; Tirmidzi, no. 85. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Ada juga pendapat pertengahan dalam hal ini karena mengompromikan dua dalil di atas yaitu menyentuh kemaluan tidak membatalkan wudhu, hanya disunnahkan untuk berwudhu. Inilah pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah sebagaimana dalam Majmuah Al-Fatawa, 21:241.

[baca lanjutan: Memandikan Jenazah, Batalkah Wudu?]

Komentar

Embed Widget
x