Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 17:09 WIB

Satu Pohon Kurma di Surga Jika Kita Membaca ini

Oleh : - | Selasa, 20 Februari 2018 | 06:00 WIB
Satu Pohon Kurma di Surga Jika Kita Membaca ini
(Foto: ilustrasi)

ADA bacaan dzikir yang ringan yang menjadi tanaman di surga. Apa itu?

Diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang mengucapkan, SUBHANALLOH WA BIHAMDIH (Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya), maka ditanamkan untuknya satu pohon kurma di surga." (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan) [HR. Tirmidzi, no. 3464. Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly menyatakan bahwa hadits ini shahih dengan syawahidnya, yaitu penguatnya]

Ibnu Masud radhiyallahu anhu berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Aku bertemu Ibrahim pada malam aku diperjalankan (Isra Miraj). Ibrahim berkata, Wahai Muhammad, bacakan salam dariku untuk umatmu dan kabarkan kepada mereka bahwa surga itu tanahnya harum, airnya segar, tanahnya luas/ lapang, dan tanamannya adalah SUBHANALLOH WALHAMDULILLAH WA LAA ILAHA ILLALLOH WALLOHU AKBAR (Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dan Allah Mahabesar)." (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan) [HR. Tirmidzi, no. 3462. Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly menyatakan bahwa hadits ini hasan dengan syawahidnya, yaitu penguatnya]

Faedah Hadits:
- Berdzikir kepada Allah sebab masuk surga.
- Semakin banyak seseorang berdzikir kepada Allah, semakin banyak ia menanam tanaman di surga.
- Sifat surga adalah tanahnya harum, airnya segar, sedangkan tanamannya adalah kalimat thoyyibah yaitu dzikrullah.
- Hadits ini mendorong kita untuk memperbanyak dzikir agar semakin banyak tanaman di surga.
- Adanya mukjizat isra miraj.
- Keutamaan umat Islam sampai Nabi Ibrahim pun menyampaikan salam untuk umat ini.

[Referensi: Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:462-463.]

Komentar

Embed Widget

x