Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 13:54 WIB

Tak Akan Pernah Kulupakan Dirimu

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Minggu, 18 Februari 2018 | 00:03 WIB

Berita Terkait

Tak Akan Pernah Kulupakan Dirimu
(Foto: ilustrasi)

INGATKAH kita pada peristiwa fitnah besar yang menimpa Siti Aisyah isteri junjungan kita Nabi Muhammad? Beliau dituduh berselingkuh. Rasulullah mendiamkan beliau. Beliau larut dalam kesedihan besar. Tiada hari tanpa tangisan, tiada waktu tanpa kesedihan.

Suatu hari di masa itu, masuklah seorang wanita Anshar ke bilik Siti Aisyah. Mereka berdua bersama-sama menangis. Tak ada kata yang terucap. Tak ada perbincangan. Yang ada hanyalah sama-sama alirkan air mata. Di akhir tangisan di pertemuan itu, Siti Aisyah berkata: "Tak mungkin saya melupakan dirinya karena momen ini."

Ada seorang sahabat Rasul bernama Ka'b bin Malik, sahabat yang baik dan jujur, termasuk golongan pertama yang memeluk Islam. Beliau merasa bersalah dan berdosa besar kala tak ikut perang Tabuk. Beliau tak ikut karena lambat dan tertinggal rombongan. Sedih dan kalut sekali hatinya karena peristiwa ini.

Saat Allah turunkan surat At-Tawbah ayat 117-119 sebagai jawaban bahwa Allah mengampuninya, dia senang sekali. Menangis bahagia. Saat itu, di dalam masjid Nabawi, sahabat Thalhah memeluknya. Ka'ab bin Malik berkata: "Saya tak akan melupakannya atas peristiwa ini."

Ternyata, ikut merasakan derita orang lain, melibatkan fakultas rasa dalam keadaan atau peristiwa genting yang dialami orang lain sungguh memiliki makna besar. Ini disebut empati, kondisi hati yang hanya mungkin dimiliki oleh orang berhati halus dan tulus. Orang seperti ini akan senantiasa mendengar kalimat "Aku tak akan pernah melupakanmu" dari banyak orang di sekitarnya.

Belajarlah memikirkan orang lain dan tidak hanya berpikir diri sendiri. Nilai diri bukanlah karena "kita punya apa" melainkan karena "kita telah mempersembahkan apa." Memberikan waktu untuk mendengarkan luka dan duka orang lain juga merupakan persembahan kita pada mereka, persembahan yang tidak terlupakan. Bahagiakan orang lain dengan EMPATI kita. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x