Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 14:15 WIB

Awas! Jangan Sembarang Ucapkan Sumpah "Demi Allah"

Oleh : - | Kamis, 15 Februari 2018 | 05:00 WIB
Awas! Jangan Sembarang Ucapkan Sumpah
(Foto: ilustrasi)

UCAPAN sumpah "demi Allah", "demi Rasulullah" hampir sering terdengar dalam keseharian kita. Apakah ini melanggar ketentuan Allah Swt?

Sumpah digunakan untuk mencari kebenaran, baik oleh orang yang mengaku bahwa ia benar, atau orang yang meminta kebenaran dari orang lain.

Misalnya, saat seseorang mengatakan sesuatu sedangkan orang tidak mempercayainya. Maka ia menggunakan ucapan atau sumpah seperti itu untuk memperkuat perkataannya atau meyakinkan orang lain.

Ada beberapa hal yang harus diketahui karena hal ini sangatlah penting. Di antaranya:

1. Jangan mudah untuk bersumpah

Maksudnya adalah janganlah bersumpah hanya untuk hal-hal sepele, atau jangan gampang bersumpah, sedikit-sedikit sumpah. Sebab, sumpah itu bukanlah hal sepele, Allah berfirman: "dan jagalah sumpah kalian"

2. Jangan bersumpah kecuali dengan Nama Allah

Allah Swt bebas bersumpah dengan apapun yang Dia kehendaki dari makhluknya. Sedangkan kita tidak boleh bersumpah kecuali dengan Allah. Karena bersumpah dengan yang selain-Nya adalah salah satu bentuk tindak kemusrikan dan bahkan bisa menjerumuskan kepada kekufuran.

Nabi Saw mengingatkan dalam haditsnya:
"Barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka sungguh dia telah berbuat kekufuran atau syirik"

"Ingatlah, sesungguhnya Allah melarang kalian untuk bersumpah dengan bapak/ayah kalian, maka siapapun yang ingin bersumpah, hendaklah bersumpah dengan Allah atau lebih baik diam!"

3. Jangan bersumpah untuk sesuatu yang tidak benar (sumpah palsu)

Tidak dibenarkan bagi seorang Muslim untuk bersumpah untuk suatu kebohongan, sebagaimana juga dilarang bagi seorang Muslim untuk memberikan sumpah palsu karena sesungguhnya hal itu termasuk ke dalam dosa besar.

Nabi Saw bersabda:

"Janganlah kalian bersumpah dengan ayah kalian, ibu kalian, dan apa saja yang disekutukan dengan Allah. Dan janganlah kalian bersumpah dengan nama Allah kecuali jika kalian benar".

4. Kaffarotul Yamiin (denda sumpah)

Denda sumpah, jika seseorang bersumpah untuk sesuatu namun ia tidak jadi melakukannya, atau jika seseorang bersumpah untuk meninggalkan sesuatu lalu kemudian ia melakukannya, maka ia harus membayar denda untuk itu. Denda ini atas tidak terlaksanaanya sumpah itu. Denda ini diberikan agar ia tidak mendapat dosa atas sumpahnya itu.

" ..maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin. Yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu." (al-maidah:9)

5. Sumpah kosong.

Sumpah kosong adalah sumpah yang diucapkan seseorang, sedangkan dia tidak berniat bersumpah. Seperti orang yang terbiasa mengucapkan "tidak, demi Allah" atau "ya, demi Allah".

Sebagian ulama ada yang menambahkan bahwa sumpah kosong adalah ketika seseorang bersumpah terhadap sesuatu yang iya yakini, dan ternyata sesuatu itu tidak seperti yang ia yakini. Misalnya seseorang memberikan kabar mengatakan: "demi Allah, si Fulan telah meninggal, tetapi ternyata yang ia maksudkan masih hidup."

Dalam hal ini, orang yang melakukan sumpah kosong itu tidak berdosa dan juga tidak dikenakan denda. Allah Swt berfirman: "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja,.."

6. Ketika ada yang lebih baik dari sumpahnya

Jika seseorang bersumpah untuk tidak melakukan sesuatu, lantas ia melihat kebaikan dalam hal itu, maka ia boleh melanggar sumpahnya. Kemudian ia membayar denda untuk sumpahnya itu. Nabi Saw bersabda:

"jika kamu bersumpah terhadap sesuatu hal, lalu kamu melihat ada yang lebih baik dari sumpahmu, maka bayarlah kaffarat untuk sumpahmu dan lakukanlah sesuatu yang lebih baik itu." (Muttafaq alaihi) []

Tags

Komentar

Embed Widget

x