Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 00:38 WIB
 

Mencari Persamaan

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Kamis, 22 Februari 2018 | 01:11 WIB
Mencari Persamaan
(Foto: ilustrasi)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Kuasa, mengaruniakan kepada kita hati yang bersih. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman, "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya." (QS. Ali Imron [3] : 159)

Saudaraku, setiap manusia ditakdirkan berbeda, bahkan sidik jari saja dari jutaan manusia ini tak ada yang sama. Demikian juga dalam urusan lainnya. Sebuah masjid adalah hasil dari keterampilan manusia yang berbeda, ada ahli ilmu ukur, ahli kaca, ahli gambar dan lain-lain. Tapi semua memiliki tujuan yang sama yaitu membangun masjid, sehingga perbedaan tadi bukan menyebabkan perselisihan melainkan menghasilkan sinergi dan harmoni yang terwujud dalam bangunan masjid yang indah dan nyaman untuk beribadah.

Umat Islam juga berbeda-beda dalam organisasinya, namun tetap sama-sama umat Islam. Saat bulan Romadhon umat Islam berbeda-beda, ada yang tarawih 11 rokaat ada yang 23 rokaat. Tapi, semua sama yaitu sama-sama sholat tarawih, sama-sama beribadah kepada Allah dan mengharapkan ibadahnya diterima oleh Allah Swt.

Lantas bagaimana dengan pemeluk agama lain? Persamaannya adalah kita sama-sama makhluk ciptaan Allah. Jika tidak bisa dicari persamaan dalam urusan akidah, maka carilah persamaan dari sisi kemanusiaan. Setiap manusia, apapun agamanya, sama-sama ingin hidup damai, tentram, akur dengan tetangga. Sama-sama tidak mau dizholimi, tidak mau disakiti. Mencari persamaan dalam hal-hal yang memang wajar dan bisa disamakan, merupakan jalan membangun kehidupan yang tentram dan nyaman di antara kita sesama manusia.

Saudaraku, perbedaan adalah sunnatulloh. Perbedaan itu bukanlah hal yang membahayakan, karena yang membahayakan adalah sikap intoleran terhadap perbedaan. Allah Swt menerangkan bahwa perbedaan hadir supaya menjadi ladang amal bagi kita untuk saling mengenal dan semakin melihat betapa banyaknya tanda-tanda kebesaran Allah Swt. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang bisa bersikap arif dan bijaksana menyikapi perbedaan. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

Komentar

 
Embed Widget

x