Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 14:44 WIB

Kematian Sebagai Nasehat

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Selasa, 20 Februari 2018 | 01:11 WIB

Berita Terkait

Kematian Sebagai Nasehat
(Foto: Ilustrasi)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Kuasa menganugerahkan kepada kita husnul khotimah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman, "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam suurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (QS. Ali Imron [3] : 185)

Seorang bapak berusia 63 tahun, meninggal dunia saat sedang menuntut ilmu di sebuah pesantren. Tubuhnya tiba-tiba terkulai lemas sesaat setelah tilawah surat Ar Rohman. Dan, saat itu adalah bulan Ramadhan, beberapa jam menjelang adzan Maghrib. Maasyaa Allah, betapa kematian yang indah. Akhir hayat yang husnul khotimah, insyaa Allah.

Ini adalah peristiwa yang benar-benar memberikan hikmah besar bagi kita yang masih hidup di dunia. Bahwa kematian bisa datang kapan saja dan di mana saja. Tidak mengenal usia, kematian bisa mendatangi orang yang masih berusia belia atau yang sudah manula. Kematian sungguh sebuah misteri. Boleh jadi saat ini kita sudah menunaikan sholat Dhuhur misalnya, namun usia kita tidak sampai di waktu Ashar.

Oleh karena itu saudaraku, jadikanlah kematian sebagai nasehat. Setiap ada lintasan pikiran untuk menunda-nunda sholat, maka ingatlah kematian. Setiap muncul lintasan pikiran untuk maksiat, maka ingatlah kematian. Jangan sampai akhir usia kita berada dalam keadaan yang sedang lalai apalagi melakukan dosa. Yang harus kita kejar adalah kematian dalam kondisi indah, sedang beribadah, sedang mengingat Allah Swt.

Rasulullah Saw menyebut orang yang sering mengingat kematian sebagai orang yang cerdik. Dengan mengingat kematian, seseorang akan termotivasi untuk membuat setiap waktunya terisi dengan amal perbuatan yang berkualitas dan bernilai ibadah. Rasulullah Saw. bersabda, "Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya untuk (hidup) setelah kematian, mereka itulah orang-orang yang cerdik." (HR. Ibnu Majah)

Semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita bisa meraih husnul khotimah. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

Komentar

Embed Widget
x