Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 20:53 WIB
 

Kemarilah, Akan kusucikan Dirimu!

Oleh : - | Senin, 12 Februari 2018 | 10:00 WIB
Kemarilah, Akan kusucikan Dirimu!
(Foto: ilustrasi)

KITA akan kembali menggali mutiara-mutiara hikmah dari ayat-ayat Alquran.

Kali ini, ayat yang akan kita ambil adalah Firman Allah yang berbunyi,

Maka katakanlah (kepada Firaun), "Adakah keinginanmu untuk mensucikan diri, dan engkau akan kubimbing ke jalan Tuhan-mu agar engkau takut kepada-Nya?" (QS.An-Naziat:18-19)

Ayat ini menceritakan tentang perintah Allah kepada Nabi Musa as untuk berdakwah kepada Firaun. Dan yang menarik dari ayat ini adalah,

1. Cara nabi Musa berdakwah.

Coba perhatikan, beliau menggunakan cara yang sangat santun dan tanpa paksaan sedikitpun. Nabi Musa tidak berkata, "Kemarilah, akan kusucikan dirimu !" Tapi beliau menawarkan kepada Firaun "Adakah keinginanmu untuk mensucikan diri?"

Karena tidak ada yang dapat mensucikan seseorang kecuali dirinya sendiri. Jika tidak ada niatan didalam hati, maka usaha sekeras apapun tidak akan mampu mengubahnya.

2. Hidayah tidak akan sampai tanpa penyucian diri.

Hal pertama yang perlu diperhatikan untuk sampainya hidayah adalah penyucian diri. Tanpa penyucian diri, dakwah dan ajakan para nabi tidak akan masuk dan diterima.Bahkan Talim (pembelajaran) Al-Quran pun tidak dapat diserap kecuali oleh orang-orang yang mensucikan dirinya.

"Dia-lah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah." (QS.Al-Jumuah:2)

Dalam ayat ini Allah mendahulukan kata menyucikan jiwa sebelum mengajarkan ilmu. Karena tujuan dari ilmu adalah agar seseorang mampu mensucikan dirinya. Karena itulah Allah mendahulukan tujuannya (penyucian diri) sebelum ilmunya.

3. Tujuan dari dakwah adalah agar munculnya "rasa takut" kepada Allah swt.

Landasan utama dari dakwah adalah penyucian diri. Dari proses menyucikan diri itu akan muncul rasa takut kepada Allah swt.

Kenapa harus muncul rasa takut tersebut? Karena hanya orang-orang yang memiliki rasa takut lah yang akan mengingat Allah dan taat kepada-Nya.

"Melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah)." (QS.Thaha:3)

"Orang yang takut (kepada Allah) akan mengambil pelajaran." (QS.Al-Ala:10)

Namun rasa takut ini tidak akan muncul tanpa pengenalan kepada Allah swt. Mustahil seseorang akan takut kepada sesuatu yang tidak ia kenali. Karena itu ilmu dan marifah sangat dibutuhkan agar muncul rasa takut kepada-Nya.

Maka jangan heran jika Alquran menyebut orang-orang yang takut kepada Allah hanyalah ulama (orang-orang yang berilmu) seperti dalam Firman-Nya,

"Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama." (QS.Fathir:28)

Kesimpulannya adalah, proses masuknya hidayah adalah dengan mensucikan diri terlebih dahulu. Lalu dengan menambah ilmu untuk lebih mengenal Allah swt. Kemudian dari situlah akan muncul rasa takut kepada-Nya.

Dan barangsiapa yang telah memiliki rasa takut yang sebenarnya kepada Allah, merekalah yang disebut orang-orang yang bertakwa.

Marilah kita sucikan diri dengan memperbanyak ibadah dan amal baik, karena Allah Berjanji akan Memberikan ilmu dari-Nya secara langsung bagi siapa saja yang mau mensucikan diri.

"Dan bertakwalah kepada Allah, Allah Memberikan pengajaran kepadamu." (QS.Al-Baqarah:282). []

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x