Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 00:24 WIB
 

Awas! Muslim tapi Sering Onani

Oleh : - | Kamis, 8 Februari 2018 | 06:00 WIB
Awas! Muslim tapi Sering Onani
(Foto: Ilustrasi)

ALLAH Taala berfirman, Yang artinya, "Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari (penyaluran hasrat seksual) selain itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas" (QS al Mukminun:5-7).

Ibnu Katsir asy-Syafii mengatakan, "Imam Syafii dan para ulama lain yang sependapat dengan beliau berdalil dengan ayat di atas untuk menegaskan haramnya onani atau masturbasi" [Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3 hal 321 ketika menafsirkan surat al Mukminun 1-11, terbitan Darus Salam Riyadh]. Imam Syafii mengatakan, "Perbuatan ini (baca:onani) tidak termasuk dua jenis penyaluran hasrat seksual yang Allah bolehkan." [ Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3 hal 321].

Dari Anas bin Malik, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda, "Ada tujuh macam manusia yang tidak Allah pandang pada hari Kiamat nanti, tidak akan Allah sucikan , tidak akan Allah kumpulkan bersama orang-orang yang beramal kebajikan dan akan Allah masukkan ke dalam neraka pertama kali kecuali jika mereka bertaubat sebelum meninggal dunia. Jika benar-benar bertaubat maka Allah akan menerima taubat mereka. Tujuh macam manusia tersebut adalah pelaku onani, subjek ataupun objek dalam homoseksual, pecandu khamr, anak yang mukuli orang tuanya sampai-sampai keduanya teriak-teriak minta tolong, orang yang hobi mengganggu para tetangganya sampai mereka mencaci maki dirinya dan orang yang berzina dengan isteri tetangganya." [Ibnu Katsir mengatakan bahwa hadist di atas diriwayatkan oleh Imam al Hasan bin Arafah dan pada sanad hadits tersebut terdapat perawi yang tidak dikenal].

Salah seorang shahabat Nabi, Abdullah bin Abbas mengatakan, "Amal shalih itu menyebabkan wajah bercahaya, hati bersinar, kelapangan rezki, badan yang semakin kuat dan disukai oleh banyak orang. Sebaliknya, maksiat itu menyebabkan wajah nampak hitam, hati suram, gelap di alam kubur, badan menjadi lemah, rezki berkurang dan tidak disukai oleh banyak orang." [ad Da wad Dawa karya Ibnul Qayyim, tahqiq Ali Hasan hal 86, cet Dar Ibnul Jauzi Damam KSA].

[Sumber: UstadzAris.com]

Komentar

 
Embed Widget

x