Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 00:44 WIB

Rasulullah: "Manusia adalah Barang Tambang"

Rabu, 7 Februari 2018 | 12:00 WIB

Berita Terkait

Rasulullah:
(Foto: Ilustrasi)

SAYANGNYA, banyak orang yang berkorban hanya untuk mengembangkan potensi yang manfaatnya tidak berlaku bagi orang lain.

Berkorban untuk merawat kecantikan, berkorban untuk semakin tampan dan menawan. Berjuang untuk menjadi hamba Allah yang sixpack. Padahal itu semua manfaatnya hanya untuk pribadinya, tidak berlaku untuk orang lain. Paling-paling yang mendapat manfaatnya hanya pasangan hidupnya, suaminya atau istrinya. Itupun bisa menjadi tidak berarti, jika tidak diiringi akhlak yang baik.

Lelaki siapapun tidak akan bahagia jika harus berdampingan dengan istri yang suka melawan dan tidak bisa menjaga lisannya. Meskipun dia cantik mandraguna. Sebagaimana wanita manapun tidak akan bisa tenang hidupnya jika suaminya sombong, kasar, atau suka main tangan. Meskipun dia tampan kw enam. Ada juga yang memperjuangkan hobi. Dia bisa menghabiskan ratusan juta hanya untuk hobi padahal manfaatnya hanya untuk kepuasan dia semata.

Ternyata semangat memberi manfaat itu keluar, ketika manusia paham agama. Islam menghargai semua kelebihan manusia, namun kelebihan itu baru ternilai, ketika pemiliknya paham syariat dan ilmu agama. Karena hanya dengan modal pemahaman aturan agama, manusia bisa mengendalikan segala kelebihannya dengan benar, sehingga manfaatnya lebih luas. Standar inilah yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Manusia adalah barang tambang. Manusia terbaik di zaman jahiliyah dia juga yang terbaik setelah masuk islam, apabila dia paham agama." (HR. Bukhari 3383 dan Muslim 2526)

Barang tambang beraneka ragam tingkatannya. Di sana ada emas, ada perak, nikel, besi, bahkan kerikil dan pasir. Masing-masing memiliki nilai yang jauh berbeda sesuai kelebihannya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memisalkan manusia sebagaimana layaknya barang tambang. Masing-masing memiliki nilai yang berbeda sesuai tingkat kelebihannya. Namun semua itu baru memiliki arti, ketika dia paham agama.

[baca lanjutan: Manusia yang Paling Dicintai Allah ialah yang...]

Komentar

Embed Widget
x