Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 00:35 WIB
 

Benarkah di Surga Tak Ada Matahari dan Bulan?

Oleh : - | Rabu, 7 Februari 2018 | 06:00 WIB
Benarkah di Surga Tak Ada Matahari dan Bulan?
(Foto: Ilustrasi)

KITA mengimani firman Allah sebagaimana yang Dia nyatakan dalam alquran, "Di dalam surga mereka duduk bertelekan di atas dipan, di dalamnya mereka tidak merasakan matahari dan tidak pula zamharir." (QS. al-Insan: 13)

Penjelasan ahli tafsir,

[1] Keterangan Ibnul Jauzi, Firman Allah, (yang artinya) "di dalamnya mereka tidak merasakan matahari" sehingga mereka terganggu dengan teriknya matahari. Dan tidak merasakan zamharir, yaitu cuaca dingin yang kuat. Maknanya, mereka tidak merasakan panas dan dingin. Sementara Ibnu Tsalab menyebutkan bahwa Zamharir maknanya adalah bulan. Sehingga maksud ayat, tidak terlihat bulan. (Tafsir Zadul Masir, Ibnul Jauzi, 6/104).

[2] Keterangan Ibnu Katsir, Artinya mereka tidak mengalami kepanasan yang terik dan dingin yang berat. Namun tergabung menjadi satu, terus seperti itu selamanya. (Tafsir Ibnu Katsir, 8/290).

Makna zamharir, dipahami banyak ulama tafsir dengan cuaca sangat dingin. Diantara dalil yang mendukung makna ini adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Neraka mengadu, Ya Rabbi, kami antara satu dengan yang lain saling memakan, maka izinkan aku untuk menghembuskan nafasku. Lalu Allah izinkan untuk bernafas dua kali. Nafas ketika musim dingin dan nafas ketika musim panas. Cuaca dingin atau zamharir yang kalian jumpai, itu dari nafasnya jahanam. Sementara kondisi panas terik yang kalian jumpai, itu dari nafasnya jahanam. (HR. Muslim 1434).

Dalam hadis di atas ada penyebutan zamharir sebagai kesamaan dari cuaca dingin. Sehingga kita mengimani seperti yang Allah beritakan. Dan ayat di atas dipahami kebanyakan ahli tafsir sebagai kenikmatan surga dalam bentuk mereka tidak kepanasan dan tidak kedinginan. Apakah di surga ada matahari dan bulan? Allahu alam kami tidak tahu pernyataan yang menegaskan itu.

Wal ilmu indallah. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Komentar

 
Embed Widget

x