Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 01:10 WIB

Firman Allah yang Mendasari Tauhid Mulkiyah

Senin, 5 Februari 2018 | 17:00 WIB

Berita Terkait

Firman Allah yang Mendasari Tauhid Mulkiyah
(Foto: Ilustrasi)

TAUHID mulkiyah boleh saja dimasukkan sebagai bagian dari visi ketauhidan seorang muslim. Namun implementasinya perlu dipahami secara integral. Tauhid Mulkiyah memang menegaskan bahwa setiap muslim harus mengakui bahwa Allah Ta'ala bukan hanya sekedar Maha Mencipta, Maha Memberi Rizki, Maha Memelihara atau Maha Memiliki, tetapi juga sampai batas pengakuan bahwa hanya Allah Ta'ala saja yang berhak membuat hukum dan undang-undang untuk mengatur hidup manusia.

Kalau pun ada peraturan, undang-undang atau detail hukum yang diserahkan kepada manusia (qadhi), maka harus merujuk kepada Al-Quran dan Sunnah, paling tidak, bebas dari tabrakan dengan sumber-sumber hukum Islam.

Dasarnya adalah firman-firman Allah Ta'ala berikut ini: "Bukankah Allah hakim yang paling adil?" (QS. At-Tiin: 8)

"Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (QS. An-Nisa: 65)

"Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka." (QS. Al-Maidah: 49)

"Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan siapakah yang lebih baik daripada Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS. Al-Maidah: 50) Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir." (QS. Al-Maidah: 44) "Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zhalim." (QS. Al-Maidah: 45)

"Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasiq." (QS. Al-Maidah: 47)

[baca lanjutan: Hati-hati! Tauhid Mulkiyah Bukan Takfir]

Komentar

Embed Widget
x