Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 00:32 WIB
 

Ini Baru Berita, Adakah Pejabat Mau Menirunya?

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Senin, 5 Februari 2018 | 03:24 WIB
Ini Baru Berita, Adakah Pejabat Mau Menirunya?
Michael Bates 'The Lord Bates' - (Foto: Istimewa)

TERLAMBAT ke sekolah atau ke kantor, rasanya sudah lumrah bagi kebanyakan dari kita. Namun tidak untuk Michael Bates. Buatnya, terlambat itu aib. Dia akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Menteri Negara untuk Departemen Pembangunan InternasionalInggrislantaran malu berat.

Padahal pria bergelar The Lord Bates ini terlambat hanya semenit, atau bahkan kurang dari itu, dalam sebuah sesi debat parlemen pada Rabu (31/1/2018) itu. Menteri dari Partai Konservatif ini kemudian berdiri di tengah anggota parlemen di London, dan seperti kebanyakan orang yang datang terlambat, meminta maaf.

"Saya ingin menyampaikan permintaan maaf kepada Baroness Lister atas ketidaksopanan saya tidak berada di tempat ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya yang sangat penting," kata Bates.

Karena terlambat datang, Bates digantikan oleh wakilnya, John Taylor, untuk menjawab pertanyaan tersebut. Bates mengaku sangat malu, saking malunya dia memutuskan untuk mundur. "Saya sangat malu tidak berada di tempat ini, oleh karenanya saya menyampaikan pengunduran diri saya kepada Perdana Menteri, yang akan dilakukan secepatnya," ujar pria 56 tahun ini.

Hebat, bukan? Adakah menteri kita yang berjiwa besar akan kesalahannya seperti ini? Rasa malu menteri ini, atau urat malu menteri ini, begitu sehatnya. Semoga urat malu menteri kita juga sehat. Tak mampu, mundur saja. Bersalah, mundur saja.

Kita punya teladan dalam sejarah. Umar bin Khattab mengajukan pengunduran diri kepada Khalifah Abu Bakar dari jabatannya sebagai hakim. Ketika ditanya apakah karena gajinya kurang besar, Umar bin Khattab menjawab: "Saya mengajukan pengunduran diri karena tidak ada pekerjaan. Tidak ada kasus. Warga negara taat dan baik. Buat apa menggaji saya yang tidak ada pekerjaan?"

Adakah yang mau meneladani Umar bin Khattab? Ah, justru kita senang kalau tak kerja tapi dibayar atau kerja tak jelas tapi bayaran sangat jelas. Betul? Salam, AIM. [*]

Komentar

 
Embed Widget

x