Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 19:03 WIB
 

Ingat! Mertua Tiri Bukanlah Mahram bagi Menantunya

Oleh : - | Senin, 5 Februari 2018 | 12:00 WIB
Ingat! Mertua Tiri Bukanlah Mahram bagi Menantunya
(Foto: Ilustrasi)

SEBAB mahram ada tiga:
- Hubungan kerabat / nasab
- Persusuan
- Hubungan pernikahan (Mushaharah).

Mahram karena pernikahan, seperti ibu mertua, anak perempuan istri (anak tiri), menantu, dan istri-istri ayah (ibu tiri). Dasarnya, firman Allah taala masih dalam surat An-Nisa ayat 23, tentang siapa-siapa yang disebut mahram, "(Lalu mahram kalian berikutnya) ibu-ibu mertua kalian, anak-anak tiri perempuan kalian yang dibawah pemeliharaan kalian, yang ibu-ibu mereka telah kalian kumpuli. Jika kalian belum mengumpuli ibu-ibu dari anak tiri perempuan kalian, kemudian kalian ceraikan, maka kalian tidak berdosa menikahi anak-anak tiri perempuan kalian. Diharamkan pula bagi kalian menikahi menantu perempuan kalian" (QS An-Nisa : 23)

Contoh-contoh mahram di atas termasuk pada ayat, menggunakan pihak laki-laki sebagai obyek permisalan. Bila anda adalah perempuan, maka tinggal dikiaskan saja. Lalu bagaimana dengan mertua tiri? Gambarannya ayah istri kita mempunyai dua istri (poligami). Nah apakah Ibu tirinya istri; yakni anggaplah istri ke-duanya ayah mertua, mahram untuk kita sebagai suami anak tirinya? Dari ketiga sebab mahram di atas, ternyata tidak ada satupun sebab yang menggolongkan mertua tiri sebagai mahram. Tidak hubungan nasab, susuan, tidak pula pernikahan. Ini menunjukkan, bahwa mertua tiri bukan termasuk mahram. Sehingga tidak berlaku hukum-hukum mahram untuk mertua tiri.

Syaikh Abdulaziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentang mertua tiri apakah mahram. Beliau menjawab, "Istri ayah (ibu tiri), bukanlah mahram untuk suami anak perempuan dari istri yang lainnya (suami anak perempuan tiri). Yang menjadi mahram untuk suami anak perempuannya adalah, ibu kandung istrinya. Berdasarkan firman Allah azza wa jalla disaat menjelaskan tentang mahram-mahram perempuan, "Kemudian ibu-ibu mertua kalian" (Majmu Fatawa Ibnu Baz 21/15-16) Wallahualam bis showab. [Ustadz Ahmad Anshori Lc]

Komentar

 
Embed Widget

x