Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 16:18 WIB
 

Menjadi Manusia Mulia

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Senin, 29 Januari 2018 | 01:11 WIB
Menjadi Manusia Mulia
(Foto: Ilustrasi)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt, penguasa langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Siti Aisyah ra pernah bertanya kepada Rasulullah Saw, "Wahai Rasulullah, pernahkah engkau mengalami hari yang lebih buruk dari perang Uhud?" Rosululloh Saw. menjawab, "Aku pernah menemui kaum yang sangat kejam yang belum pernah aku temui sebelumnya. Yaitu hari di mana aku menemui kaum di kampung Aqobah (Thoif), ketika aku bermaksud menemui Ibnu Abi Yalil bin Abdi Kulal (untuk meminta bantuan dan untuk menyebarkan Islam).

Akan tetapi, dia tidak memenuhi permintaanku. Akupun pulang dalam keadaan wajah yang berdarah (karena perbuatan warga Thoif yang melempari batu). Ketika aku berhenti di Qornul Tsaalib, aku melihat awan menaungiku sehingga aku merasa teduh. Lalu, malaikat Jibril memanggilku dan bertanya, "Sesungguhnya Allah telah mendengar hinaan kaummu dan penolakan mereka terhadapmu. Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung kepadamu."

Kemudian, malaikat penjaga gunung itu menawarkan kepada Rasulullah Saw apakah beliau mau jika dua gunung yang ada di kota Mekkah ditimpakan kepada mereka sebagai balasan. Namun, bagaimana jawaban Rasulullah Saw?

Rasulullah Saw yang mulia dengan rendah hati menolak tawaran itu. Tidak terbersit sedikitpun di dalam hati beliau niat untuk membalas sikap buruk mereka. Rasulullah Saw justru mendoakan mereka, "Aku berharap mudah-mudahan Allah mengeluarkan dari tulang rusuk mereka (keturunan) yang menyembah Allah Yang Maha Esa dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun." (HR. Bukhori dan Muslim)

SubhaanAllah. Saudaraku, sesungguhnya tidak ada yang lebih berbahaya daripada perbuatan kita sendiri. Jika kita membalas hinaan orang dengan cara menghinanya, maka apa bedanya kita dengan dia. Hinaan manusia itu tidaklah berbahaya. Yang berbahaya adalah jika kita melakukan atau mengatakan hal-hal yang hina.

Rasulullah Saw adalah manusia mulia. Beliau telah mengajarkan akhlak mulia yang tiada tandingannya, untuk kita teladani. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah Swt. yang istiqomah mengikuti petunjuk Rasulullah Saw dalam memelihara akhlak mulia di dalam diri kita. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

Komentar

 
Embed Widget

x