Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 16:22 WIB
 

Allah Maha Raja

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Minggu, 28 Januari 2018 | 01:11 WIB
Allah Maha Raja
(Foto: ilustrasi)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Dialah Dzat yang kekuasaan-Nya tiada terbatas dan tiada pernah bisa dibayangkan oleh pikiran manusia yang serba terbatas. Hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita berlindung. Sholawat dan salam semoga selallu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Salah satu asma Allah adalah Al Malik, yang jika diterjemahkan dengan bahasa kita yang sangat terbatas berarti Allah Yang Maha Raja atau Allah Yang Maha Merajai. Di dalam Al Quran Al Malik disebut sebanyak lima kali. Dialah Allah, Malikul Mulki, Yang menguasai kerajaan. Dialah Allah, Malikul Muluk, Raja atas segala raja. Dan Dialah Pemilik kerajaan langit dan bumi.

Saudaraku, kalau disebut "raja" di antara manusia, maka maka dia adalah seseorang yang memiliki kekuasaan besar di antara kelompok manusia tertentu. Makin besar kekuasaannya, itu menunjukkan makin besarlah kehebatan sang raja. Dia bisa memberi perintah kepada bawahan dan rakyatnya kemudian perintahnya itu akan diikuti. Diapun bisa mengambil keputusan dari yang besar sampai yang kecil. Dia bisa memutuskan untuk perang atau untuk damai atau tindakan lainnya.

Akan tetapi, yang namanya raja manusia, dia tidak akan sanggup hidup sendirian. Sehebat apapun seorang raja, dia butuh kepada orang lain, bahkan dia bergantung kepada orang lain. Apakah artinya seorang raja jikalau hanya sendirian tanpa memiliki rakyat atau pembantu.

Ketika merasa panas, dia butuh pembantu yang mengipasi. Ketika akan mengambil keputusan, dia butuh informasi dari pembantunya, dari orang yang lebih rendah dari dia tapi akan menentukan keputusan dia. Ketika dia sakit, dia butuh dokter. Ketika dia lapar, dia butuh orang yang membuatkan makanannya. Demikianlah raja manusia.

Raja manusia belum tentu dibutuhkan oleh setiap makhluk. Hewan ternak tidak butuh kepada raja. Pohon-pohon di ladang tidak butuh kepadanya. Jadi sehebat-hebatnya raja manusia, dia butuh kepada orang lain dan makhluk lain, sedangkan dia belum tentu dibutuhkan oleh makhluk lain.

Allah Swt disebut Maha Raja karena Dia memiliki kekuasaan mutlak atas alam semesta ini tanpa butuh apapun dan siapapun untuk mengurusnya. Segala yang ada di alam semesta ini mutlak ciptaan Allah dan Allah yang mengatur semuanya. Allah yang menciptakan segala-galanya tanpa butuh kepada mereka, justru merekalah yang selalu butuh kepada-Nya. Ketaatan makhluk kepada Allah, bukan karena Allah butuh pada ketaatan mereka. Ketaatan makhluk tidak akan menambah kemuliaan Allah, dan kemaksiatan makhluk pun tidak akan mengurangi kekuasaan-Nya.

Kita butuh kepada Allah karena sangat bergantung kepada-Nya. Bahkan menumbuhkan sehelai rambut pun di kepala kita, kita tidak sanggup. Kita pun tidak bisa menahan tumbuhnya uban meski sehelai. Betapa lemahnya kita dan betapa besarnya kekuasaan Allah Swt.

Allah Swt berfirman, "Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Ali Imran [3] : 26)

Demikianlah saudaraku, semoga kita semakin yakin akan kekuasaan Allah Swt dan semakin merasa kecil di hadapan-Nya sekalipun berbagai wewenang ada di tangan kita. Allah-lah tempat kita kembali dan Allah-lah yang memberikan berbagai karunia kepada kita. Dialah Yang Maha Raja dan Maha Kuasa, sedangkan kita tiada berdaya. WAllahualam bishowab. [smstauhiid]

Komentar

 
Embed Widget

x