Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 00:44 WIB

Siapakah yang Dimaksud Ulul Albab dalam Alquran?

Sabtu, 27 Januari 2018 | 14:00 WIB

Berita Terkait

Siapakah yang Dimaksud Ulul Albab dalam Alquran?
(Foto: Istimewa)

KATA ulul albab terdiri dari kata ulu dan al-albab. Kata ulu adalah bentuk jamak yang tidak memiliki mufrad (kata tunggal) , artinya ashab (pemilik). Dan kata ulu dalam penggunaannya dijadikan frase dengan isim dzahir (kata benda selain kata ganti). Seperti Ulu al-Quwwah artinya pemilik kekuatan, Ulu al-Maal artinya pemilik harta, dst. Ditulis dengan ada huruf wawu yang pertama, namun tidak dibaca.

Kata yang kedua adalah kata al-Albab. Kata ini adalah bentuk jamak, dan memiliki 2 kata mufrad (kata tunggal)
[1] Mufradnya adalah kata al-Labab yang artinya bagian dada binatang yang diikat tali agar pelana tidak lepas.
[2] Mufradnya adalah kata al-Lubb yang artinya inti dari segala sesuatu.
Kata lubbur rajul artinya akal seseorang. Karena inti manusia adalah akalnya. (Lisanul Arab, Ibnul Mandzur).

Dalam al-Quran, kata Ulul Albab diterjemahkan dengan orang yang berakal. Kaitannya penggunaan kata ini dengan makna bahasa, orang yang berakal disebut ulul albab, karena mereka adalah orang yang menggunakan akalnya dan akal adalah yang menjadi pengikat bagi manusia agar dia tidak melakukan tindakan yang melanggar aturan atau tindakan memalukan.

Siapakah Ulul Albab? Ayat pertama yang menyebutkan kata ulul albab adalah firman Allah di surat al-Baqarah: 179. Allah berfirman, "Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa."

Imam as-Sadi rahimahullah menjelaskan tafsir ayat ini, "Mengingat hukum ini qishas tidak diketahui hakekatnya kecuali orang yang memiliki akal sempurna dan logika yang sehat, Allah mengarahkan ayat ini kepada mereka dan bukan manusia secara umum. Dan ini menunjukkan bahwa Allah memotivasi para hambanya, agar mereka menggunakan pikiran dan akal mereka untuk merenungkan hukum-hukumnya, kemaslahatan hukum yang menunjukkan kesempurnaan-Nya, kesempurnaan hikmah-Nya dan pujian-Nya, keadilan dan Rahmat-Nya yang luas. Dan orang yang memiliki kedudukan semacam ini, dia berhak mendapatkan pujian dan itulah pemilik al-Albab." (Tafsir as-Sadi, hlm. 84).

Kata Ulul Albab atau Ulil Albab disebutkan oleh Allah sebanyak 16 kali dalam al-Quran. Dan jika kita perhatikan penggunaan kata ini dalam al-Quran, kita bisa menyimpulkan, hakekat ulul albab adalah orang yang menggunakan akalnya untuk mengenal siapakah Allah, bagaimana keagungan-Nya, bagaimana kebijaksanaan-Nya, keadilan-Nya, dengan melihat ayat-ayat Allah. Baik ayat kauniyah (ciptaan-Nya) maupun ayat Syariyah (hukum Allah). Sehingga dia akan semakin tunduk dan taat kepada Allah.

Sementara orang yang menggunakan logikanya untuk mengakali syariat, yang justru membuat dia semakin jauh dari aturan, semakin liberal, mereka bukan ulul albab. Karena ada yang cacat pada logikanya. Demikian, Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Komentar

Embed Widget
x