Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 00:18 WIB
 

Awas! Anda Salat Jemaah di Masjid sebelum Ikamah

Oleh : - | Rabu, 24 Januari 2018 | 12:00 WIB
Awas! Anda Salat Jemaah di Masjid sebelum Ikamah
(Foto: ilustrasi)

DARI Abu Masud al-Anshari radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Seseorang tidak boleh menjadi imam di wilayah orang lain kecuali dengan izinnya." (HR. Nasai 783, Turmudzi 2999 dan dishahihkan al-Albani)

Ketika sebuah masjid memiliki imam ratib (imam tetap), maka posisi imam adalah pemilik wilayah di masjid itu. Sehingga jamaah yang utama adalah shalat jamaah bersama imam ratib. Karena itu, jika ada orang lain yang mendirikan jamaah sebelum imam ratib, tanpa seizin dari imam ratib, maka dia melanggar hadis di atas.

Al-Buhuti mengatakan, "Haram bagi seseorang untuk mengimami shalat di masjid sebelum imam ratib, kecuali dengan izin beliau. Karena imam ratib seperti pemilik rumah. Sehingga beliau yang paling berhak dalam mendirikan jamaah." Kemudian beliau menyebutkan dalil hadis di atas. Lalu beliau mengatakan, "Karena ini bisa menyebabkan jamaah tidak loyal, dan tidak manfaatnya dia diminta untuk maju jadi imam." (Kasyaf al-Qina, 1/458).

Imam Ibnu Utsaimin menjelaskan, "Tidak boleh bagi seseorang untuk mendirikan shalat jamaah di masjid yang memiliki imam ratib, kecuali dengan izin imam. Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarangnya. Beliau bersabda, "Seseorang tidak boleh menjadi imam di wilayah orang lain." Pemimpin wilayah masjid adalah imamnya. (al-Liqa as-Syahri).

Jika ada orang yang maju menjadi imam jamaah masjid tanpa seizin imam tetap, apakah shalatnya sah? Ulama berbeda pendapat dalam hal ini;

[1] Shalatnya sah, meskipun mereka berdosa
[2] Shalat mereka tidak sah, dan juga berdosa. Sehingga mereka wajib mengulang shalat.

Imam Ibnu Utsaimin mengatakan, "Pendapat yang kuat adalah pendapat pertama. Karena sesuai dzahir hadis dan alasan pendalilan, haramnya melaksanakan shalat jamaah di masjid tanpa izin dari imam ratib. Sementara mengenai keabsahan shalat, hukum asalnya shalatnya sah sampai ada dalil yang menunjukkan shalatnya batal. Sementara haramnya shalat di masjid yang memiliki imam ratib tanpa seizinnya dan tanpa udzur, tidak menunjukkan shalatnya tidak sah. Karena keharaman di sini kembali kepada kondisi di luar shalat, yaitu meninggalkan imam, dan mendahului haknya." (as-Syarh al-Mumthi, 4/154).

Demikian, Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Komentar

 
Embed Widget

x