Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 14 Agustus 2018 | 16:09 WIB

Masjid dan Pasar, Hakikatnya Apa?

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Kamis, 18 Januari 2018 | 00:06 WIB
Masjid dan Pasar, Hakikatnya Apa?
(Foto: Istimewa)

ENTAH mengapa pertanyaan ini terkirim kepada saya pagi-pagi sekali. Semoga bukan karena galau melainkan karena semalam ikut pengajian dan tak ada waktu klarifikasi pada penceramahnya tentang hadits yang disampaikan.

Namun saya yakin bahwa penanyanya adalah orang yang kebanyakan waktunya adalah di pasar. Pertanyaannya adalah "mengapa Rasulullah menyatakan bahwa masjid adalah tempat yang paling disukai Allah di muka bumi ini dan mengapa pasar merupakan tempat yang paling dibenciNya?"

Masjid adalah tempat dimana nama Allah disebut dan dimuliakan. Ia adalah tempat di mana adzan untuk memanggil manusia kembali kepada Allah dilantunkan secara nyaring. Ia adalah tempat dimana ayat-ayat Allah dikumandangkan untuk dipahami dan dilaksanakan. Masjid adalah markas pembinaan mental manusia secara efektif dilakukan. Allah senang pada semua aktifitas itu.

Pasar adalah tempat di mana sumpah palsu diumbar. Ia adalah tempat di mana riba bisa tumbuh subur. Ia merupakan tempat di mana khianat biasa dipraktekkan. Pasar merupakan tempat di mana penipuan dan kekejian mudah dipraktekkan. Allah tidak menyukai itu.

Lakukan apa yang disuka Allah di dalam pasar, maka kita akan menjadi orang yang disuka Allah di tempat yang 'dibencinya.' Jangan lakukan apa yang tak disuka Allah di tempat yang disuka Allah agar kita tak dibenci oleh Allah.

Akhirnya, bukan masalah tempatnya, tapi masalah perilakunya. Buktinya, pasar di jaman Rasulullah jugalah ramai oleh para sahabat yang aktifitasnya berdagang. Namun mereka tetap menomersatukan urusan agama.

Uraian bisa panjang, jari jemari meminta istirahat sejenak. Diskusi bisa dilanjut dalam jumpa langsung. Apakah pasar juga bermakna toko, mall, bazar dan tempat perdagangan lainnya? Bagaimana sunnah Rasulullah saat ada di pasar? Carilah jawabannya agar bisnis kita barakah. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget

x