Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 08:53 WIB

Cara Islam Mengatur Hubungan Anak dan Orangtua

Kamis, 18 Januari 2018 | 11:00 WIB

Berita Terkait

Cara Islam Mengatur Hubungan Anak dan Orangtua
(Foto: ilustrasi)

ISLAM mengatur segala aspek kehidupan ini dengan begitu indah. Begitu pula bagaimana Islam mengatur hubungan anak dengan orangtuanya. Anak mempunyai kewajiban untuk selalu menjaga dan menghormati kedua orangtuanya.

Banyak hal yang dianggap sepele oleh kebanyakan orang mengenai bagaimana bersikap kepada orangtuanya. Seringkali seorang anak tidak memperhatikan bagaimana seharusnya ia bersikap baik. Padahal Islam telah mengaturnya dengan begitu indah. Seperti hadis yang diriwayatkan oleh Baihaqi dan Ibnu Suni bahwa, "Abu Hurairah melihat dua lelaki, lalu ia bertanya, Apa hubungan orang ini dengan dirimu? Jawabnya, Bapakku Lalu Abu Hurairah berkata, Janganlah kamu memanggil dia dengan nama terangnya, janganlah kamu berjalan di depannya, dan janganlah kamu duduk sebelumnya."

Adapun maksud hadis di atas adalah bila pada waktu yang sama dan di tempat yang sama anak bersama dengan orangtuanya, maka hendaklah anak tidak duduk sebelum ibu atau bapaknya duduk lebih dulu. Bila anak memanggil orangtuanya, ia tidak boleh memanggil dengan nama terangnya. Dan bila anak berjalan bersama orangtuanya, maka hendaklah ia tidak berjalan mendahului mereka.

Mendahulukan orangtua mengambil tempat duduk adalah hak orangtua yang harus dijunjung tinggi oleh anak di manapun orangtua dan anak berada. Perlakuan semacam ini adalah bagian dari hak orang tua untuk memperoleh perlakuan hormat dan sikap anak merendahkan diri di hadapan orangtuanya.

Seringkali anak memang tidak menyadari bahwa duduk mendahului orangtua adalah perbuatan durhaka. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan anak mengenai perilaku baik terhadap orangtua.

Apabila anak terlanjur melakukan kedurhakaan tersebut, maka yang harus diperbuatnya yaitu ia segera minta maaf kepada kedua orangtuanya. Anakpun hendaknya tidak mengulangi kesalahan itu dengan sengaja di kemudian hari agar tidak mengundang kemurkaan Allah SWT.

Adapun orangtua yang mendapati anaknya telah meminta maaf atas kesalahan terhadap dirinya hendaklah memberikan maaf kepadanya. Selanjutnya agar anak tidak mengulangi kesalahan yang sama, tugas orangtua adalah membimbing anaknya menjadi anak yang saleh. []

Sumber: Islampost dari "20 Perilaku Durhaka Anak terhadap Orang Tua/Karya: Drs.M.Thalib/Penerbit: Irsyad Baitus Salam


Komentar

Embed Widget
x