Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 18:58 WIB
 

Sahkah Salat Jika Wanita Mengimami Pria?

Oleh : - | Kamis, 18 Januari 2018 | 06:00 WIB
Sahkah Salat Jika Wanita Mengimami Pria?
(Foto: ilustrasi)

KAMI nukilkan perkataan Imam Syafii rahimahullah dalam kitabnya Al-Umm.

Imam Syafii rahimahullah berkata, "Jika perempuan menjadi imam untuk laki-laki dewasa, perempuan dan anak laki-laki, shalat perempuan dalam shalat berjamaah itu sah. Sedangkan shalat laki-laki dan anak laki-laki tidaklah sah dikarenakan Allah menjadikan laki-laki sebagai imam bagi perempuan, juga laki-laki adalah wali bagi perempuan.

Sehingga jika ada perempuan menjadi imam bagi laki-laki, hal itu tidak dibolehkan sama sekali. Begitu juga jika wanita menjadi imam untuk khuntsa musykil (orang yang punya kerancuan jenis kelamin ini, disebut ambigous genitalia, pen.), shalat dari khuntsa musykil tersebut tidaklah sah.

Seandainya pula wanita itu menjadi imam untuk khuntsa musykil dan ia belum mengganti shalatnya yang tidak sah tadi, lalu terbukti ternyata orang yang punya kerancuan jenis kelamin tadi adalah wanita, tetap disukai jika orang yang punya kerancuan jenis kelamin mengulangi shalatnya. Jadi, tetap masih dianggap shalat orang tersebut tidaklah sah." (Al-Umm, 2: 320)

[Referensi: Al-Umm. Cetakan keempat, tahun 1432 H. Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafii. Tahqiq: Dr. Rifat Fauza Abdul Mathlab. Penerbit Dar Ibnu Hazm/Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

 
Embed Widget

x